NURJATINEWS.COM – KARAWANG 26 MEI 2026
Gema takbir pecah di ufuk fajar,Menggetarkan jiwa yang sejak dini bersabar.Di pelataran masjid yang mulai memutih,Sang ustadz berdiri dengan langkah tertatih,Namun binar matanya memancarkan keteduhan.
Menjadi imam di pagi penuh pengagungan,Tiap tahun tiba hari raya kurban,Ia selalu berada di garis depan.Merapikan shaf dengan suara yang tegas,Menuntun hati agar ikhlas melepas.
Takbir tujuh kali membelah angkasa,Mengingatkan kita pada agungnya peristiwa.Ia suarakan ayat-ayat cinta Ilahi,Meresapi makna ikhlas dalam sanubari.
Sebagai imam, ia memikul amanah umat,Mengharap ridho dan limpahan rahmat.Di balik senyumnya yang penuh wibawa,Ada lelah yang sirna oleh takbir bergema.
Selesai salam ia langsung bersiap,Melangkah cepat ke halaman yang riuh.Jubah putih kini berganti sigap,Menjadi panitia dengan peluh yang luruh.
Ia tak sekadar memberi komando,Tangannya ikut memegang tali.Menatap tajam, menenangkan lembu,Mengucap basmalah berkali-kali.
Pisau diasah setajam iman,Darah mengalir tanda ketaatan.Sang ustadz memimpin penuh ketelitian,Memastikan syariat tegak tanpa celaan.
Dari fajar hingga matahari meninggi,Ia membagi daging ke tangan yang menanti.Memastikan kaum dhuafa tersenyum hari ini,Menuntaskan tugas sebagai pelayan sejati.
Duhai sang ustadz di mihrab kesetiaan,Pengabdianmu adalah lentera dalam kegelapan.Dari mimbar suci hingga pelataran kurban,Engkau tuntun kami menuju ridho Tuhan.
(By Vandamme)



