NURJATINEWS.COM – KARAWANG 23 MEI 2026
Rumah bergaya minimalis itu biasanya riuh oleh suara keempat anak mereka. Namun, sore itu sunyi terasa mencekam.Di ruang tamu, tumpukan lembar cetak pesan digital dan foto-foto kemesraan terhampar di atas meja kaca.
Mawar, sang istri, duduk dengan punggung tegak dan tatapan sedingin es.Di hadapannya,Agus bersimpuh dengan tubuh bergetar hebat.Selama satu tahun penuh, Agus merajut kisah terlarang dengan Rodiah, seorang janda tanpa anak di desa sebelah.
Bukan sekadar selingkuh biasa,Agus bahkan nekat tinggal bersama dalam satu atap kumpul kebo setiap kali berpamitan kerja pulang malam. Bagi Agus,Rodiah adalah pelarian dari penatnya urusan rumah tangga dan beban menghidupi empat orang anak.
Namun, sepandai-pandai menyimpan bangkai, baunya tercium juga.sang janda Rodiah menghampiri rumah istrinya Agus, Mawar, membongkar semuanya.”Satu tahun, Mas,Kamu menelantarkan perasaan kami demi perempuan itu,” suara Mawar bergetar, menahan badai amarah yang siap meledak.
Ketakutan terbesar Agus kini menjadi nyata,kehilangan status, rumah, dan keempat anaknya yang selama ini menjadi kebanggaannya. Nyalinya ciut seketika.Ego lelaki yang biasanya tinggi melenting entah ke mana.
Tanpa berpikir panjang,Agus langsung mengambil ponselnya di depan Mawar.Agus menelepon Rodiah, memaki perempuan itu, dan memutuskan hubungan mereka detik itu juga.Rodiah dicampakkan seperti barang rongsokan tak berharga, ditinggal sendiri meratapi janji-janji manis Agus yang ternyata palsu.
Kini, Agus bersujud di kaki Mawar, memohon ampunan di atas puing-puing kepercayaan yang telah dia hancurkan sendiri. Di balik pintu kamar, keempat anak mereka mendengarkan dengan hati yang pecah.
Mawar lantas menjambak rambut Agus yang posisinya sedang bersujud di kaki mawar.Sambil berkata sekali lagi menyimpang,pergi dari rumah ini ngga usah kembali lagi,Agus pun menyadari telah menyakiti dua hati, dan bertobat dalam benaknya bahwa karma itu akan kembali ke dirinya.
(By Vandamme)



