Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,MASA LALU IBU ADALAH HAK KALIAN,TAPI HATIKU ADALAH MILIK KU,AKU MEMILIHMU.

0
×

CERPEN,MASA LALU IBU ADALAH HAK KALIAN,TAPI HATIKU ADALAH MILIK KU,AKU MEMILIHMU.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 19 MEI 2026

Pernikahan itu akhirnya runtuh sebelum sempat diikrarkan,Agus seorang duda dua anak, duduk di beranda rumahnya sambil memandangi cincin perak di atas meja.Hubungannya dengan Rodiah, janda yang selama dua tahun ini mengisi hatinya, resmi berakhir malam itu.

Perbedaan prinsip yang tajam dan ego yang sama-sama keras membuat mereka sepakat untuk melangkah di jalan masing-masing.”Kita tidak bisa memaksa lagi, Mas,” ucap Rodiah lirih sebelum melangkah pergi dari hidup Agus.

Namun, takdir memiliki cara yang sinis untuk mempermainkan manusia,putusnya hubungan itu tidak lantas memutus. Kehadiran Salma, putri kandung Rodiah yang kini telah beranjak dewasa.

Selama Agus dekat dengan ibunya,Salma yang paling akrab dengan anak perempuan Agus yang masih kecil.Salma sering datang berkunjung, membantu mengurus rumah, dan menjadi pendengar setia saat Agus terpuruk pasca-perpisahan

Waktu berjalan tanpa permisi, Kehadiran Salma yang semula dianggap Agus sebagai sosok “calon anak tiri” perlahan berubah warna.Di mata Agus,Salma bukan lagi gadis kecil, melainkan wanita dewasa yang matang, penuh empati, dan mampu mengisi ruang kosong di hatinya.

Begitu pun sebaliknya,Salma menemukan sosok pelindung yang dewasa pada diri Agus,malam itu, di bawah temaram lampu teras yang sama tempat Agus dan Rodiah dulu berpisah,Agus menggenggam jemari Salma.

Bukan sebagai calon ayah, melainkan sebagai seorang pria yang jatuh cinta,”Aku tahu ini gila,Salma. Ibumu adalah masa laluku.Tapi bersamamu, aku melihat masa depan,” bisik Agus dengan suara bergetar.

Salma menatap mata Agus tanpa ragu, Masa lalu Ibu adalah milik kalian.Tapi hatiku adalah milikku sendiri, Mas. Aku memilihmu.”Pernikahan itu pun digelar tanpa kemewahan, penuh dengan bisik-bisik tetangga dan tatapan tak percaya dari keluarga besar.

Rodiah tidak hadir, menyisakan luka dan kecanggungan yang mendalam.Namun di atas pelaminan, Agus mengecup kening Salma dengan takzim.Takdir telah berputar wanita yang kini bersanding dengannya bukan lagi ibu yang dulu dipujanya, melainkan sang anak yang kini resmi menjadi pelabuhan terakhirnya.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *