Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN, AKU TIDAK BISA MENJANJIKAN HIDUP YANG TENANG,TAPI AKU ORANG PERTAMA YANG MELINDUNGI MU DARI BERITA MIRING.

13
×

CERPEN, AKU TIDAK BISA MENJANJIKAN HIDUP YANG TENANG,TAPI AKU ORANG PERTAMA YANG MELINDUNGI MU DARI BERITA MIRING.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COM – KARAWANG 17 MEI 2026

Bagi Sandi,mengejar berita korupsi atau bencana alam jauh lebih mudah daripada mengejar tenggat waktu untuk meluluhkan hati Suprihatin.

Selama tiga tahun, jurnalis investigasi itu harus bertarung dengan banyak hal, waktu kerja yang tidak menentu, pandangan miring masyarakat tentang status Suprihatin sebagai janda.

Hingga benteng emosional yang dibangun Suprihatin demi melindungi anak tunggalnya dan nama baik sekolah yang dipimpinnya.

Sebagai kepala sekolah di salah satu SMA favorit,Suprihatin dituntut tampil sempurna tanpa cela,kehadiran Sandi yang penuh risiko sempat membuatnya ragu.

Namun, konsistensi Sandi yang selalu meluangkan waktu di sela-sela liputan Investigasi, serta ketulusannya mendekati sang kepala sekolah perlahan meruntuhkan benteng tersebut.

Malam itu, di sebuah restoran kecil yang sepi setelah jam dinding melewati angka sembilan,Sandi memutuskan untuk menghentikan fase pencarian beritanya. Ia ingin mencetak halaman terakhir dari masa lajang mereka.

Sandi meletakkan sebuah kotak bludru kecil di atas meja, tepat di samping buku catatan usang yang selalu dibawanya.

Suprihatin menatap benda itu, lalu beralih ke mata Sandi yang tampak lelah namun berbinar tegas,Sandi kamu tahu hidupku bukan lagi tentang aku saja,” ujar Suprihatin pelan, jemarinya bertaut cemas.

Ada sekolah yang harus ku jaga wibawanya, ada anakku, dan ada masa lalu yang pernah patah,Suprihatin tersenyum, meraih tangan Sandi dengan lembut.

Sandi selama tiga tahun ini, tugas utamaku sebagai jurnalis adalah mencari kebenaran,dan kebenaran paling indah yang kutemukan adalah bahwa hidupmu yang rumit justru adalah tempat yang paling ingin ku jadikan rumah.

Sandi membuka kotak bludru itu, menampilkan sebuah cincin emas sederhana.”Aku tidak bisa menjanjikan hidup yang tenang tanpa gosip, tapi aku janji akan selalu menjadi orang pertama yang melindungi mu dari berita miring di luar sana.

Suprihatin maukah engkau berhenti menjadi kepala sekolah di hatiku, dan mulai menjadi teman hidupku untuk selamanya?”Air mata Suprihatin jatuh, namun senyumnya merekah. Beban berat yang dipikulnya sendiri selama bertahun-tahun rasanya luruh seketika.

“Ya, Sandi. Aku mau,” jawab Suprihatin mantap,malam itu, tahu ia baru saja memenangkan penghargaan jurnalistik terbesar dalam hidupnya: komitmen seumur hidup dari wanita yang dikaguminya.

(By vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *