NURJATINEWS.COM – KARAWANG 05 JULI 2026
Dua musim berganti dalam diam,Aku mencium aroma asing di bajumu.Bukan wangi pelukan yang biasa kucium,Namun aroma rahasia yang kau simpan untuk dirimu.
Dua tahun nafasku terasa sesak,Melihat tatapan matamu yang tidak lagi sama.Ada cerita yang kau sembunyikan di balik senyum,Ada nama lain yang diam-diam kau puja.
Dua tahun aku menjadi detektif dalam rumah tangga kita,Mengamati pesan singkat yang cepat kau hapus.Mendengar alasan lelah yang ternyata adalah jurang pemisah,Dan gelagat gugup saat ponselmu ada dalam genggaman.
Dua tahun aku berpura-pura bodoh,Menelan pahitnya kenyataan seorang diri.Berharap badai ini akan segera berlalu,Dan kau akan kembali seutuhnya untukku.
Kini topeng itu telah jatuh di lantai,Dua tahun lukaku telah menganga lebar.Aku mengendus kebohongan yang kau buat,Dan menyadari, kesetiaanku telah kau tukar dengan pengkhianatan yang berat.
Satu tahun lagi waktu bergulir dalam luka,Kini bau dusta itu mewujud jadi nyata.Dia, wanita itu, tengah mengandung darah dagingmu,Meruntuhkan sisa sabar yang dulu mati-matian kujaga.
Cukup sudah tiga tahun aku terpasung sepi,Menanggung perih yang terus kau sirami.Janin di rahimnya adalah ketukan palu hakim,Menandai akhir dari perjalanan kita yang hakim.
Hari ini ku kembalikan cincin pernikahan kita,Bukan karena aku kalah atau menyerah kalah.Tapi karena jiwaku terlalu berharga untuk disakiti,Dan ragaku terlalu suci untuk terus kau bohongi.
Lebih baik kita berpisah dan berjalan sendiri-sendiri,Lepaskan aku dari lingkaran hitam yang kau buat.Pergilah bersamanya, urus anak yang kau dambakan,Biarkan aku pergi merajut kembali hati yang patah.
Pintu cerai ini ku buka dengan tangan gemetar namun mantap,Sebab hidup bersamamu kini hanya tinggal kutukan.Selamat tinggal masa lalu yang penuh kepalsuan,Aku memilih pergi, demi kedamaian yang lama hilang
(By Vandamme)


