Ragam

KITA SAMA SAMA BELAJAR, MERELAKAN ADALAH BENTUK CINTA TERDALAM.

3
×

KITA SAMA SAMA BELAJAR, MERELAKAN ADALAH BENTUK CINTA TERDALAM.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COM – KARAWANG 14 JULI 2026

Aku berdiri di sisa mimpi kita,Melihat hatiku yang kini hancur rata.Semua janji manis telah berubah menjadi debu,Menatap bayangmu terasa semakin semu.

Tuhan, ini sangat berat kurasa,Namun aku harus belajar melapangkan dada.Menerima kenyataan cinta yang telah usai,Walau perih air mata terus membasahi pipi dan sungai.

Ku tata kembali batu bata yang jatuh berserakan,Menjadikannya jalan baru penuh dengan kebaikan.Aku akan melangkah maju dengan hati yang ikhlas,Sebab cinta yang patah bukanlah akhir dari nafasku yang lepas.

Masa lalu biarlah menjadi kenangan yang membisu,Aku siap menyongsong hari esok yang lebih baru.Sebab dadaku kini lapang menampung takdir,Menyimpan semua luka menjadi sebuah takbir.

Kini aku tahu jalan kita telah berbeda arah,Menggenggammu terlalu erat hanya membuat luka parah.Maka hari ini, dengan sisa keberanian yang ku punya,Aku harus merelakan dia pergi sejauh-jauhnya.

Kulepas jemarimu dari angan yang sempat ku bangun tinggi,Biarlah kamu melangkah menuju takdir yang menanti pergi.Tak ada lagi benci yang kusimpan dalam ruang sepi,Hanya ada damai yang perlahan mulai ku tata rapi.

Di setiap sujud malam yang sunyi dan dingin berselimut,Namamu tetap menjadi bait lembut yang lirih kusebut.Bukan lagi untuk memintamu kembali menjadi milikku,Tapi mendoakan agar bahagia selalu memeluk langkahmu.

Semoga jalan baru yang kamu tempuh penuh dengan cahaya,Semoga hatimu menemukan rumah yang membuatmu senantiasa jaya.Aku pergi membawa damai, kamu pergi membawa harapan.Kita sama-sama belajar, bahwa merelakan adalah bentuk cinta terdalam

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *