Ragam

DIA KINI TUMBUH BESAR,CERDAS,RUPAWAN,BUAH CINTA KITA YANG KAU TEBUS DENGAN PENGORBANAN.

8
×

DIA KINI TUMBUH BESAR,CERDAS,RUPAWAN,BUAH CINTA KITA YANG KAU TEBUS DENGAN PENGORBANAN.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 06 JULI 2026

Pekik tangis bayi itu memecah sunyi,Membawa jiwa baru ke atas bumi.Namun di saat yang sama, genggamanmu melemah,Napasmu berhenti, menyisakan duka yang patah.

Kau pergi saat dia baru saja tiba,Meninggalkan senyum terakhir yang sarat doa.Aku berdiri di antara dua dunia yang berbeda,Menyambut anak kita, melepasmu ke surga.

Sepuluh Tahun Merajut Sepi,Satu dekade telah berlalu tanpa bayangmu.Rumah ini tumbuh lewat sisa-sisa rindumu,Aku belajar memasak, mengikat rambut, dan bernyanyi.

Menggantikan hadirmu yang takkan pernah terganti,Setiap malam saat dia mulai terlelap.Kulihat wajahmu di wajahnya yang menatap,Mata yang sama, senyum yang sama persis.

Membuat rinduku pecah menjadi tangis yang riris,Ayah, Ibu, dan Malaikat Kecil Kita.Sepuluh tahun aku mengeja kata tabah,Menjadi ayah yang kokoh, menjadi ibu yang ramah.

Dia kini tumbuh besar, cerdas, dan rupawan,Buah cinta kita yang kau tebus dengan pengorbanan.Tidurlah yang tenang di keabadian sana,Tugasmu merajut nyawa telah selesai sempurna.

Biar kulanjutkan sisa jalan ini dengan segenap jiwa,Hingga nanti kita bertiga berkumpul lagi di surga.Dua belas tahun dalam pekat yang panjang,Tuhan mengirim fajar saat malam mulai usang.

Hadirmu membawa tenang yang lama hilang,Menambal hati yang robek, menjadikannya lapang.Kau datang bukan untuk mengapus cerita lama,Tapi berjalan bersamaku merajut masa utama.

Tanganmu merangkul anakku tanpa ada ragu,Menghidupkan kembali tawa di rumah yang dulu kaku.Janji Baru di Altar Suci,Di hadapan penghulu, janji suci itu berdengung,Dua sepi kini melebur, tak lagi saling merenung.

Kulihat anak kita tersenyum di sudut ruang,Melihat ayahnya tak lagi bertarung sendirian berjuang.Kini aku tak lagi mengeja kata sepi,Ada jemarimu yang menggenggam di tiap tepi.

Kau lengkapi paruh jiwaku yang sempat mati,Menjadi ibu, istri, dan pelindung hati.Melangkah Bertiga,Kini kita bertiga melangkah di jalan yang sama.

Membesarkan buah hati dengan cinta yang utama.Remajanya kini dijaga oleh dua doa yang padu,Ayah dan ibu baru yang saling bahu-membahu.

Terima kasih telah sudi menjadi pelabuhan,Mengubah sisa air mata menjadi penuh syukur kebahagiaan.Di bawah langit yang sama, kita bangun istana kecil ini,Menyambut hari esok dengan cinta yang takkan mati.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *