Ragam

CERPEN,KASIH MEREKA JANJI SUCI YANG ABADI,HANYA MAUT YANG MEMISAHKAN.

11
×

CERPEN,KASIH MEREKA JANJI SUCI YANG ABADI,HANYA MAUT YANG MEMISAHKAN.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 10 JULI 2026

Sore itu, langit Karawang berubah jingga sempurna. Rendra duduk di kursi teras, memandangi jemarinya yang mulai berkerut. Di sampingnya, mawar merah dalam pot pemberian istrinya dulu masih mekar dengan anggun.

Tak lama, Ana keluar membawa dua cangkir teh hangat. Langkahnya agak lambat, meratih tertelan usia. Rendra tersenyum, lalu meraih jemari Ana yang kini tak lagi sehalus dahulu.

Rambut Ana yang dahulu hitam legam, kini telah memutih seluruhnya, persis seperti rambut Rendra.”Ingat janji kita dulu saat menikah?” bisik Rendra sambil menatap mata Ana yang masih menyimpan binar kasih yang sama.

Ana tersenyum simpul, menyeruput tehnya perlahan. “Tentu saja. Menjaga cinta ini sampai rambut memutih. Sekarang, rambut kita sudah sama-sama putih, Rendra.

“Puluhan tahun lalu, mereka mengikat janji suci di hadapan semesta. Mereka telah melewati berbagai badai kehidupan, mulai dari kesulitan ekonomi hingga riuh rendahnya dunia yang dinamis.

Namun, setiap kali badai datang, Rendra selalu menggenggam erat tangan Ana. Bagi mereka, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat di mana hati mereka saling pulang.

Dunia sudah banyak berubah ya, Ana. Tapi detak jantungku saat menatapmu masih sama seperti dulu,” ujar Rendra tulus.Ana menyandarkan kepalanya di bahu Rendra yang mulai rapuh.

Di bawah temaram senja yang kian temaram, mereka tahu raga mereka mungkin akan terus menua. Namun, ada satu hal yang mereka yakini di dalam relung sanubari.

Kasih mereka adalah janji suci yang abadi, dan tidak akan ada satu pun hal di dunia ini yang mampu meluruhkannya, karena bagi mereka, hanya maut yang memisahkan.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *