NUTJATINEWS.COM – KARAWANG 10 JULI 2026
Dua tahun lamanya, hubungan itu berjalan rahasia di bawah atap rumah megah itu. Bagi Aris, posisi sebagai majikan tidak menghalanginya untuk jatuh hati pada kelembutan sikap Lastri.
Asisten rumah tangganya,Setiap pagi, secangkir kopi yang disajikan Lastri bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan pengantar tatap mata penuh makna.
Di balik tembok rumah, di antara sela-sela kesibukan membersihkan debu, keduanya merajut cinta terlarang yang tak memandang kasta.
Bagi Aris, Lastri adalah ratu rahasianya.Namun, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Badai besar itu datang saat usia kandungan Lastri menginjak tiga bulan.
Hari itu, rahasia dua tahun runtuh seketika. Karina, istri sah Aris, menemukan hasil tes kehamilan di kamar belakang. Amarah Karina meledak tak terbendung.
Rumah megah itu seketika berubah menjadi neraka bagi Lastri. Cacian dan tatapan murka dari sang istri sah menghujam jantungnya.
Aris hanya bisa tertunduk bisu, tak berdaya membela wanita yang dikatainya cinta.Sore itu juga, Lastri dipecat. Karina melemparkan sebuah tas berisi tumpukan uang puluhan juta rupiah ke lantai.
“Ambil ini! Pergi dari rumahku, dan jangan pernah tunjukkan wajahmu atau anak haram itu di depan kami lagi!” teriak Karina cadas.
Dengan tangan bergetar, Lastri memunguti uang itu. Uang yang melimpah, namun terasa tidak ada harganya dibanding rasa malu dan hancurnya harga diri.
Malamnya, Lastri melangkah keluar dari gerbang rumah itu dengan kepasrahan yang teramat dalam. Langkah kakinya terasa begitu berat, menopang tubuhnya yang kini sedang mengandung janin berusia tiga bulan.
Cinta yang dua tahun lalu dirasa indah, kini berubah menjadi penyesalan yang teramat menyesakkan dada.
Di dalam gerbong kereta kelas ekonomi menuju kampung halamannya, Lastri memeluk tasnya erat-erat. Kereta perlahan bergerak, meninggalkan lampu-lampu kota.
Meninggalkan rumah tempat ia bekerja, dan meninggalkan Aris—majikan yang pernah berjanji mencintainya selamanya.
Tidak ada dendam di hati Lastri, yang tersisa hanyalah kepasrahan pada takdir. Ia sadar posisi dirinya sejak awal. Kini, dengan uang puluhan juta sebagai pesangon pengusiran.Lastri bersiap menata hidup baru yang sunyi di kampung halaman, membesarkan anaknya seorang diri.
(By Vandamme)



