NURJATINEWS.COM – KARAWANG 25 JUNI 2026
Sepuluh tahun merajut asa di petak kontrakan,Di bawah atap pinjaman yang silih berganti saksi.Keringatmu menetes deras tanpa kenal keluhan,Senyummu menenangkan lelahku di tiap malam sepi.
Kunci pintu kayu itu telah menjadi saksi bisu,Tiap kali kita berbisik merangkai mimpi tentang masa depan.Perabotan sederhana yang menempel di dinding kusam itu,Membingkai kisah cinta kita yang tak lekang oleh zaman.
Mungkin rumah ini bukan milik kita yang sah di mata dunia,Namun di pelukanmu, aku menemukan istana yang paling megah.Sewa yang harus dibayar setiap bulan menguji kita,Tetapi kesabaran dan syukur membuat langkah kita terasa indah.
Anak-anak kita tumbuh sehat di antara dinding-dinding ini,Menjadi permata hati yang menguatkan pijakan kaki.Biarlah rumah ini berstatus sewa hingga nanti,Asal cinta kasih kita berdua kan terus abadi dan mandiri.
Sepuluh tahun berlalu dengan sejuta cerita dan makna,Kita belajar bahwa kebahagiaan tak selalu tentang bangunan megah.Bersamamu, setiap petak kontrakan terasa sempurna,Menjadi fondasi cinta kita yang kokoh dan tak pernah sudah.
Lima tahun berganti, genap sudah lima belas tahun berlalu,Langkah lelah itu kini menapak di tanah milik sendiri.Bukan lagi atap pinjaman yang mencemaskan hati kita yang dulu,Hari ini, kunci di genggaman adalah bukti nyata janji suci.
Dinding ini tak lagi kusam, warna catnya kita pilih berdua,Menghapus cemas tentang tenggat sewa yang dulu kerap menyapa.Di halaman kecil ini, angin sore berembun terasa sangat berbeda,Membawa ketenangan yang hakiki, kedamaian yang lama kita damba.
Anak-anak kini berlari di ruang tengah yang lapang dan asri,Menatap esok hari tanpa perlu takut harus mengemas barang lagi.Setiap sudut rumah baru ini menjadi saksi air mata yang terbayar rapi,Sebuah upah bagi kesabaran kita yang teguh menanti.
Kini malam-malam kita diisi syukur yang terus mengalir tenang,Bukan kemewahan yang kita cari, melainkan damai yang sejati.Perjuangan belasan tahun di petak kontrakan kini menjadi kenangan usang,Menjadi fondasi kokoh bagi istana kecil yang kita bangun dari hati.
(By Vandamme)



