Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

PENA JURNALIS KU YANG BIASA TAJAM MEMBURU,KINI TUMPUL,TAK MAMPU MENULIS KEPERGIANMU.

0
×

PENA JURNALIS KU YANG BIASA TAJAM MEMBURU,KINI TUMPUL,TAK MAMPU MENULIS KEPERGIANMU.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 30 JUNI 2026

Kutulis namamu di antara lipatan berita dan pena,Dua tahun kita merajut cinta tak biasa.Aku sang jurnalis yang selalu mengejar kata,Dan kau kepala desa penjaga kedamaian warga.

Di bawah langit desamu yang tenang dan permai,Dua tahun hatiku pada senyummu terpaut damai.Aku datang membawa catatanku yang tak seberapa,Kau menyambut ku dengan kebijaksanaan penuh pesona.

Berita dan peluh menyatu dalam setiap tatapan,Dua tahun kita menjaga rahasia sebuah ikatan.Aku menuliskan kebenaran untuk dunia luar sana,Sementara kau memimpin desa dengan cinta nyata.

Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk kita,Antara tugas pena dan amanah memimpin jelata.Cinta kita tumbuh subur di batas ladang dan persawahan,Menjadi kisah manis di antara rutinitas pekerjaan.

Tiga tahun kita genggam janji yang sama,Kini jemariku gemetar di atas mesin tik tua.Undangan pernikahan telah siap di meja kerja,Namun takdir menghapus namamu sebagai mempelai wanita.

Kabar duka itu datang seperti kilat berita,Menghancurkan esok hari yang kita tata bersama.Kau, sang kepala desa yang dicintai warga,Kini terbujur kaku, meninggalkan luka menganga.

Lonceng desa bertalu-talu membawa pilu,Meratapi sang pemimpin yang pergi terlalu dulu.Pena jurnalisku yang biasa tajam memburu,Kini tumpul, tak mampu menulis kepergianmu.

Harusnya bulan depan kita bersanding di pelaminan,Bukan mengantarmu ke tempat peristirahatan.Desamu berduka, duniaku runtuh tak bersisa.Menyisakan kisah cinta tiga tahun yang abadi di dada.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *