Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

IBU ECIN KURAESIN KINI SENJAMU BERKILAU,DIKELILINGI DOA ANAK CUCU,PENUH BERKAH TIADA TARA.

11
×

IBU ECIN KURAESIN KINI SENJAMU BERKILAU,DIKELILINGI DOA ANAK CUCU,PENUH BERKAH TIADA TARA.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 14 JUNI 2026

Di bawah langit Tasikmalaya awal kisahmu bermula,Mengeja ayat suci, menuntun jiwa-jiwa dengan mulia.Lalu takdir membentang jembatan ke tanah Purwakarta,Dua puluh tahun bersemi, merajut seuntai rida dan cinta.

Ibu Ecin Kuraesin, perempuan berhati sutra,Wajahmu ramah, memeluk dunia dengan senyuman mesra.Jiwa keibuanmu adalah peneduh di kala badai melanda,Sabar seumpama lautan, hangat bagai mentari pagi yang indah.

Lima pelita hati kini tumbuh dalam dekapmu,Lima buah cinta yang lahir dari ketulusan doamu.Setiap lelah kauubah menjadi untaian zikir yang suci,Menjadi ibu terbaik, madrasah pertama yang abadi.

Dua dekade bakti telah kauukir penuh arti,Ibu Ecin, engkaulah surga nyata di bumi ini.Di bawah langit Tasikmalaya awal kisahmu bermula,Mengeja ayat suci, menuntun jiwa-jiwa dengan mulia.

Lalu takdir membentang jembatan ke tanah Purwakarta,Dua puluh tahun bersemi, merajut seuntai rida dan cinta.Ibu Ecin Kuraesin, perempuan berhati sutra,Wajahmu ramah, memeluk dunia dengan senyuman mesra.

Jiwa keibuanmu adalah peneduh di kala badai melanda,Sabar seumpama lautan, hangat bagai mentari yang indah.Lima pelita hati kini tumbuh dalam dekap mu,Lima buah cinta yang lahir dari ketulusan doamu.

Sepuluh tahun keringat menetes di antara meja warung tua,Mencari rezeki halal demi masa depan buah hati tercinta.Namun takdir Tuhan membawa sang kekasih pulang,Suami tercinta berpulang ke haribaan yang tenang.

Meninggalkan ketegaran di dada seorang ibu yang hebat,Berdiri tegak melawan sepi dengan iman yang erat.Kini, kelima anakmu telah membina mahligai sendiri,Tugas besar mu telah tunai dengan sangat rapi.

Di masa tua ini, saatnya memetik buah kebahagiaan,Menikmati sisa hari dengan tenang, damai, dan kenyamanan.Ibu Ecin, senjamu kini berkilau seindah permata,Dikelilingi doa anak-cucu, penuh berkah tiada tara.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *