NURJATINEWS.COM – KARAWANG 28 JUNI 2026
Setahun kita merajut angan dalam kasih yang semu,Kau merangkai harap, meminta ikatan yang utuh.Menyebut kata “menikah” di setiap akhir rindu Sementara langkahku masih tertatih,memikul masa lalu.
Maafkan aku, perempuan yang kucinta sepenuh hati,Aku adalah duda yang masih berkejaran dengan sepi.Bukan ku tak ingin merajut masa depan bersamamu nanti,Namun ada luka lama dan tanggung jawab yang belum usai di sini.
Setahun ini adalah anugerah terindah yang kita cipta,Namun memaksa melangkah ke pelaminan, bukanlah hal yang mudah,Aku tak ingin memberi janji manis yang berujung dusta.
Atau menikahimu dalam keraguan yang membawa gundah,Biarlah cinta kita berhenti di batas kesanggupan ini.Bukan karena rasa telah sirna atau hati ini mati,Hanya saja, kita berdiri di arah jalan yang tak lagi sama.
Kau butuh kepastian, dan aku terjebak dalam ketidakberdayaan masa.Perpisahan ini berat, namun ini jalan yang paling jujur.Dari pada memaksakan bahtera yang sejak awal telah hancur.
Terima kasih telah mewarnai hari-hariku selama satu tahun ini.Semoga kau temukan lelaki yang mampu memberimu ikatan suci
Tiga tahun telah berlalu menghapus sisa pilu,Waktu berjalan, menyembuhkan luka yang dulu membelenggu.Kini aku berdiri di depan sebuah gerbang yang baru,Bukan lagi pria yang ragu, melainkan jiwa yang penuh rindu.
Tuhan mempertemukan aku dengan seorang pengganti,Dia yang datang tanpa paksaan, membawa tenang di hati.Menyembuhkan trauma masa lalu yang sempat membuatku mati,Dan perlahan menuntun langkahku untuk kembali berani.
Kali ini, kata “menikah” bukan lagi sebuah ketakutan,Bukan lagi tuntutan yang membuatku ingin melarikan diri.Sebab bersamanya, masa depan terasa penuh kepastian,Sebuah ketetapan hati yang lahir dari ketulusan murni.
Maaf untuk kisah lalu yang harus layu sebelum berkembang,Namun di sinilah takdirku yang sebenarnya telah datang.Aku siap bersumpah, membangun istana yang terang,Menikahinya dengan seluruh jiwa yang kini telah lapang
(By Vandamme)



