NURJATINEWS.COM – KARAWANG Warga soroti Air Pembuangan Limbah Pemotongan daging Ayam untuk produksi bahan makanan siap saji seperti Lazato” lokasi di Dusun Krajan 2 Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang.
Air yang dibuang keluar oleh perusahaan pemotongan daging Ayam tersebut berdampak bau menyengat ke lingkungan perumahan warga setempat, di duga sisa Air limbah yang dibuang ke saluran tersier untuk mengairi sawah petani di Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur .
Menurut ketua Karang Taruna Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur Kevin kepada wartawan mengatakan, memang benar di Dusun Krajan 2 Desa Tegalsawah ada perusahaan produksi pemotongan daging ayam untuk bahan makanan, bahan baku nya dari daging Ayam.
Namun limbah Air sisa produksi nya di buang ke saluran belakang pabrik , padahal dibelakang perusahaan pemotongan daging ayam itu ada perumahan warga , sampai warga terdekat banyak yang kecewa ,karena air Limbah Produksi itu menjadi bau menyengat air Limbah Produksi di buang ke belakang yaitu ke tersier untuk sawah petani ujar Kevin saat di konfirmasi di Kediamannya Rabu (27/5).
Lanjut Kevin, perusahaan makan tersebut tenaga nya sudah sampai sekitar 100 orang , sekitar 30 persen warga Desa Tegalsawah sisanya warga luar, kemungkinan limbah Air sisa produksi langsung di buang ke saluran tersier untuk pertanian, karena perusahaan itu belum memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).
Jadi pihak perusahaan buang limbah sembarangan warga setempat banyak yang kecewa dan menyoroti perusahaan tersebut, Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang untuk menindak perusahaan yang membuang air Limbah sembarangan dan tidak melalui IPAL pungkas Kevin .
Di tempat terpisah, Petani Asal Dusun Krajan 2 Desa Tegalsawah Darso kepada wartawan mengatakan, memang benar ada perusahaan pemotongan daging ayam untuk bahan makanan sudah lama produksi di Desa Tegalsawah, Namun Air sisa produksi yang di buang ke saluran tersier yang melewati perumahan warga sering menimbulkan bau menyengat dan mencemari lingkungan setempat ujar Darso kepada wartawan saat dikonfirmasi di Kediamannya Kamis (28/5).
Lanjut Darso, perusahaan itu sudah lama berjalan bahkan karyawannya pun sudah mencapai 100 orang lebih dan kebanyakan tenaga kerja dari luar Desa Tegalsawah, warga setempat ada juga yang bekerja hanya sebagian kecil paling sekitar 30 persen. Saya berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Karawang , ada tindakan pada perusahaan yang membuang Air Limbah produksi di buang ke saluran tersier yang menimbulkan bau busuk sangat menggangu lingkungan seperti tak miliki Instalasi Pembuangan Air Limbah produksi ( IPAL) pungkas Darso
.(Hamid/Darma) .



