NURJATINEWS.COM – KARAWANG 22 MEI 2026
Dua tahun kulalui di negeri pasir,Mencari sesuap nasi untuk masa depan yang hadir.Meninggalkan kampung halaman demi secercah harapan,Namun berujung pada ujian yang tak terbayangkan.
Di balik dinding megah rumah sang majikan,Aku menanggung beban yang menyesakkan.Bukan hanya lelah raga membanting tulang,Namun benih terlarang yang mulai tumbuh kembang.
Dua tahun kontrakku hampir usai,Tetapi kandunganku membuat segalanya kacau balau.Aku hamil, mengandung anak dari mereka yang tak bertanggung jawab,Tergoda rayuan manis yang berujung perangkap.
Ya Allah, jeritku dalam sunyi malam,Bagaimana pulang membawa aib yang kelam?Dua tahun keringatku dibayar nestapa,Pulang membawa nyawa yang tak berdosa.
Kini aku pasrah dalam ketakutan,Menghadapi cemooh dan pandangan kedukaan.Semoga ada keadilan di ujung penantian,Bagi nasib perempuan perantau yang malang dan kesepian.
Langkahku gemetar menginjak tanah kelahiran,Memeluk erat rahasia yang terlanjur jadi kenyataan.Kupikir pelukan hangat akan menyambut lelahku,Namun yang kudapat justru punggungmu yang membeku.
Dua tahun kutahan rindu dan siksaan raga,Demi membelikanmu tanah dan sejumput asa.Namun jabang bayi di rahimku meruntuhkan segalanya,Kau tak mau tahu perihnya aku diperdaya.
Lembaran kertas putih kini kau jejalkan di tangan,Sebuah kata cerai memutus seluruh ikatan.Kau sebut aku nista, kau sebut aku pengkhianat,Tanpa mau mendengar jeritan jiwaku yang menyengat.
Rumah yang kubangun dengan tetesan keringat di Arab,Kini terasa asing, runtuh, dan senyap.Aku diusir bagai sampah yang tak lagi berharga,Dibuang oleh lelaki yang dulu berjanji setia.
Kini kuhapus air mata demi nyawa di dalam diri,Biarlah kuberjalan sendiri menyusuri sisa hari.Kutepis malu, kurekatkan hati yang telah hancur,Demi anak ini, aku tak boleh menyerah dan mundur.
(By Vandamme)



