Scroll untuk lanjut membaca
Berita

MARI MEMBANGUN ISTANA,DARI SISA PENANTIAN,MENGUBAH RINDU MENJADI IKATAN SUCI.

9
×

MARI MEMBANGUN ISTANA,DARI SISA PENANTIAN,MENGUBAH RINDU MENJADI IKATAN SUCI.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 30 MEI 2026

Malam merangkak dingin di sudut kamar,Menatap bias wajahmu dari layar yang berpendar.Jarak membentang luas, memisahkan raga kita,Namun rinduku tak pernah kenal jeda.

Kau di sana, mengais mimpi di tanah rantau,Membangun asa di bawah langit yang mungkin kelabu.Sementara aku di sini, menjadi saksi waktu,Menghitung hari, menunggumu kembali pulang ke pelukanku.

Setiap dering panggilan adalah oase,Mengobati sesak dada yang kian merajai.Mendengar suaramu, seakan jarak ini sirna,Walau temu hanya sebatas maya, tak terjamah indra.

Sayang, bertahanlah sejenak di perantauan mu,Jaga langkahmu dalam doa-doa setiaku.Biarlah rindu ini menguatkan langkah kita berdua,Hingga tiba saatnya, jarak tak lagi memisahkan kita.

Dua tahun waktu melatih kita mengeja sabar,Kini bayangmu bukan lagi maya di layar yang berpendar.Kau berdiri di hadapanku, nyata dan seutuhnya,Mengakhiri sunyi yang sempat merajai Tanah rantau telah mengembalikan mu ke rumah.

Membawa pulang rindu yang tak lagi gundah,Namun aku tak ingin lagi kehilangan detakmu.Tak mau lagi jarak mencuri waktu-waktu bersamamu,Di tempat kita kembali saling menatap mata.

Ku keluarkan sebuah cincin, penentu arah kita, “Cukup sudah dua tahun kita berteman rindu.Maukah kau menua dan menikah bersamaku?”Jangan lagi ada koper yang kau kemas di depan pintu.Sebab perantauan mu telah selesai di hatiku,Mari bangun istana dari sisa-sisa penantian,Mengubah rindu menjadi ikatan suci di pelaminan.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *