Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Kereta Kencana Kosong Bertabur Melati Jadi Sorotan, Warga Karawang Diliputi Tanda Tanya

26
×

Kereta Kencana Kosong Bertabur Melati Jadi Sorotan, Warga Karawang Diliputi Tanda Tanya

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG Karnaval budaya dalam rangka Milangkala Binokasih Tatar Sunda Jawa Barat yang digelar di Kabupaten Karawang, Sabtu malam (9/5/2026), berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga. Namun di balik kemegahan parade budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat itu, muncul satu pemandangan yang justru memantik rasa penasaran masyarakat: sebuah kereta kencana kosong bertabur bunga melati melintas tanpa penumpang.

Karnaval yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu mengambil rute dari depan Stasiun Karawang melewati Jalan AR Hakim hingga Jalan Tuparev dan berakhir di kawasan Alun-Alun Karawang. Sepanjang jalan, masyarakat tumpah ruah menyaksikan iring-iringan seni dan budaya Sunda yang tampil megah dengan nuansa tradisional khas Tatar Pasundan.

Namun perhatian warga justru tertuju pada sebuah kereta kencana berhias ornamen kerajaan Sunda dan taburan bunga melati putih yang memenuhi hampir seluruh bagian kereta. Kereta yang ditarik beberapa ekor kuda tersebut melaju perlahan di tengah parade malam, tetapi tanpa seorang pun berada di dalamnya.

Pemandangan itu sontak memunculkan berbagai spekulasi dan bisik-bisik di tengah kerumunan warga yang memadati Jalan Tuparev.

“Awalnya saya kira ada putri kerajaan atau tokoh penting yang akan naik di kereta itu. Tapi ternyata kosong. Hanya bunga melati saja. Jadi merinding juga, penuh misteri,” ujar Sumini, warga Karawang Kulon, saat ditemui wartawan di lokasi acara.

Menurutnya, suasana malam yang dipenuhi lampu karnaval, taburan melati, dan iringan musik tradisional membuat kemunculan kereta kosong tersebut terasa berbeda dibanding rombongan lainnya.

Hal senada disampaikan Reni, pengunjung lainnya yang mengaku mendengar informasi bahwa kereta tersebut berkaitan dengan sosok “Nyi Putri Hiyang”, yang disebut-sebut sebagai simbol atau figur tertentu dalam rangkaian budaya Milangkala Binokasih.

“Katanya itu kereta untuk Nyi Putri Hiyang, anak Gubernur Jawa Barat. Tapi pas lewat kosong, jadi warga banyak bertanya-tanya. Yang terasa cuma harum bunga melatinya,” kata Reni.

Fenomena kereta kosong itu pun cepat menjadi bahan pembicaraan warga di sepanjang jalur karnaval. Sebagian menganggapnya sebagai bagian dari simbol budaya Sunda yang sarat makna filosofis, sementara yang lain menilai kemunculan kereta tanpa penumpang menghadirkan nuansa mistis yang tidak biasa.

Dalam tradisi Sunda sendiri, bunga melati kerap dimaknai sebagai simbol kesucian, penghormatan, serta pengingat terhadap nilai-nilai leluhur. Karena itu, tidak sedikit warga yang menduga kereta tersebut sengaja dihadirkan sebagai representasi simbolik dalam rangkaian Milangkala Binokasih Tatar Sunda.

Meski demikian, hingga kegiatan karnaval berakhir belum ada penjelasan resmi dari panitia maupun pihak terkait mengenai makna di balik kereta kencana kosong bertabur bunga melati tersebut.

Di media sosial, sejumlah video iring-iringan kereta itu mulai beredar dan memancing beragam komentar masyarakat. Ada yang mengaitkannya dengan tradisi budaya kerajaan Sunda, ada pula yang menyebut kemunculannya sebagai “kereta misterius” dalam karnaval budaya terbesar di Karawang tahun ini.

Terlepas dari berbagai tafsir yang berkembang, kemunculan kereta kencana kosong itu sukses menciptakan suasana berbeda dalam Karnaval Milangkala Binokasih Tatar Sunda 2026. Di tengah gegap gempita pesta budaya, warga justru membawa pulang satu pertanyaan yang hingga kini masih menggantung: untuk siapa sebenarnya kereta bertabur melati itu disiapkan.

(Hamid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *