NURJATINEWS.COM – KARAWANG 28 Oktober 2025 Diduga proyek revitalisasi SDN Pasirkamuning 2 kecamatan Telagasari kabupaten Karawang Jawa barat di kerjakan asap jadi,pasalnya pekerjaan tersebut tanpa pengawasan Mandor dan kepala sekolah sebagai penanggungjawab jarang ada dikantor dan menghindar Jika ada media yang datang.
Pekerjaan proyek revitalisasi di beberapa SDN memang ada yang diduga dikerjakan secara terburu-buru atau “asal jadi”, sehingga kualitas pengerjaannya dipertanyakan,ini yang terjadi seperti di SDN Pasirkamuning 2 Karawang,namun, perlu diketahui bahwa proyek revitalisasi sekolah juga dilakukan dengan baik di banyak tempat.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan berupaya mempercepat perbaikan sekolah yang rusak untuk menyediakan fasilitas yang lebih layak dan nyaman bagi siswa,sebagian besar proyek revitalisasi, termasuk di tingkat SD, dilaksanakan dengan mekanisme swakelola, artinya, dana langsung disalurkan ke rekening sekolah dan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), yang melibatkan masyarakat setempat.
Tujuannya adalah memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak, memastikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermutu, serta meningkatkan kualitas pembelajaran, Pengawasan dilakukan secara berlapis, baik oleh internal kementerian maupun lembaga pengawas eksternal seperti BPK, BPKP, dan kejaksaan. Masyarakat juga dapat berperan dalam mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.
Jika dikerjakan dengan baik, revitalisasi ini akan memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan semangat belajar siswa, menghemat biaya karena tanpa pihak ketiga, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pekerja.
Sementara di tempat terpisah ketua Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat Aset Negara RI( LKPK PANRI ) Bejo Suhendro menyampaikan lemahnya pengawasan dan
risiko kecurangan atau pengerjaan asal-asalan tetap ada, sehingga pengawasan ketat dari semua pihak sangat dibutuhkan,
Jika Anda menemukan kasus proyek yang diduga asal jadi, sebaiknya laporkan kepada pihak berwenang atau melalui jalur pengaduan yang disediakan oleh kementerian terkait agar segera ditindaklanjuti.
Menurut pantauan media Taufik di lokasi mengatakan bahwa proyek revitalisasi dengan anggaran yang tidak sedikit akan tetapi pengerjaanya asal jadi dan tanpa adanya pengawasan,kepala sekolah jarang ngantor takut dimintai keterangan terkait proyek tersebut,siapa konsultan proyek nya dan pelaksana nya, komite sekolah juga tidak pernah ada ditempat pungkasnya.
(Red)




