NIRJATINEW.COM – KARAWANG
Diduga SDN 3 Purwasari menjadi sasaran kedatangan empat orang tak dikenal yang mengaku sebagai wartawan dari beberapa media. Mereka berdalih hendak mengonfirmasi isu penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah tersebut, namun kemudian diduga meminta kebijakan melalui no wa dengan dengan dalih untuk menutup penjualan LKS yang dikelola oleh komite sekolah.
Menurut penuturan Komite Sekolah, para oknum tersebut datang tanpa menunjukkan identitas resmi. “Mereka mengaku dari media, menanyakan soal LKS, lalu ujung-ujungnya meminta uang kompensasi. Karena bingung dan tertekan, saya akhirnya memberikan uang bensin Setelah itu mereka langsung pergi,” ungkapnya saat diwawancarai.
Merasa dirugikan dan curiga atas kejadian itu, Ibu Komite segera melapor kepada pihak media yang biasa bekerja sama dengan sekolah. Tak lama kemudian, sejumlah wartawan resmi mendatangi SDN 3 Purwasari untuk melakukan klarifikasi atas kejadian tersebut.
Dalam pertemuan itu ditegaskan bahwa media resmi tidak pernah melakukan intervensi apalagi meminta uang kepada pihak sekolah. “Kami datang untuk meluruskan informasi. Ini bukan cara kerja media yang benar. Bukan media yang mencoreng, tetapi oknum yang telah mencoreng nama baik profesi wartawan,” ujar salah satu jurnalis senior yang hadir di lokasi.
Hingga kini, beberapa media tengah melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas oknum tersebut, harapannya, tindakan seperti ini tidak kembali terulang dan tidak merusak kepercayaan publik terhadap profesi wartawan yang sesungguhnya menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Pihak sekolah juga diimbau agar lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengaku sebagai wartawan,bila ada kunjungan serupa, sebaiknya segera meminta identitas resmi dan berkoordinasi dengan organisasi kewartawanan setempat atau pihak berwajib.
(Deni /M Suryadi)



