NURJATINEWS.COM – KARAWANG 24 Mei 2025, – Bertepatan dengan bulan yang sama dengan Hari Buku Nasional, sekumpulan pemuda yang bertempat tinggal di Karawang menyelenggarakan silaturahmi di Kedai Cahdas.Id, Dusun Kosambi, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Berawal dari keresahan yang sama mengenai kurangnya kesadaran dan rendahnya minat membaca di masyarakat Indonesia, mereka berinisiatif mendirikan komunitas “Aksi Membaca Indonesia”.
Fakta dari UNESCO menunjukkan bahwa indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya mencapai 0,001%, atau dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca. Berdasarkan keresahan dan fakta ini, para founder yang terdiri dari Teguh Febriyana, Rizky Marsada Ukur Ujung, Afkar Billady Asira Septa, Hendra Nova Ramadhan, Reza Ferdiansyah, Daus Mulyana, dan Reza Gustaman sepakat untuk mendirikan komunitas ini.
“Aksi Membaca Indonesia” bertujuan menjadi rumah bagi para pembaca untuk saling berinteraksi. Dalam pertemuan perdana, komunitas ini telah merencanakan tiga aktivitas utama dalam jangka waktu dekat, yaitu:
1. Aksi diskusi buku yang dibaca oleh masing-masing pembaca.
2. Aksi propaganda membaca buku di tempat umum.
3. Aksi bedah buku.
Tiga aktivitas jangka pendek ini ialah langkah awal dalam upaya mencapai delapan program besar, yaitu:
1. Meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak, remaja, dan generasi muda.
2. Membangun budaya literasi yang positif, kritis, dan menyenangkan di lingkungan sekitar.
3. Menyediakan ruang aman dan inklusif bagi siapa saja untuk membaca, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan.
4. Mendorong keterampilan berpikir kritis dan analitis melalui diskusi buku dan kegiatan literasi lainnya.
5. Menumbuhkan kebiasaan membaca yang konsisten melalui kegiatan rutin dan program-program tematik.
6. Menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup dan sarana pengembangan diri.
7. Mengurangi kesenjangan akses terhadap bacaan berkualitas dengan menyediakan buku, bahan baca, dan informasi secara terbuka.
8. Membangun jejaring antar pembaca, penulis, dan pemerhati literasi untuk kolaborasi yang lebih luas.
Para founder “Aksi Membaca Indonesia” akan menggelar pertemuan dua kali dalam sebulan, yaitu pada minggu kedua dan minggu keempat setiap bulannya, untuk menjalankan dan mengevaluasi program kerja.
Melalui “Aksi Membaca Indonesia”, para founder berharap terwujudnya budaya literasi yang lebih kuat, sehingga dapat membawa dampak positif dalam pembangunan intelektual, pendidikan, dan sosial masyarakat. Mereka mengajak para pembaca dan masyarakat yang memiliki semangat yang sama untuk bergabung dan ikut serta dalam “Aksi Membaca Indonesia”.
Semoga kelak di dalam komunitas ini juga akan lahir para penulis buku, sebab konsekuensi dari membaca adalah rasa ingin menulis, ujar Teguh Febriyana.
(Zhafran)



