NURJATINEWS.COM – KARAWANG Setiap insan manusia di bumi ini semua ingin hidup senang dan berkecukupan,tapi terkadang nasib manusia tidak semua sama, ada yang hidup senang berkecukupan dengan bergelimang harta ada yang hidup sederhana yang penting bisa bahagia serta ada yang masih hidup di bawah garis kemiskinan,salah satunya Warka warga desa yang tinggal di dusun Jarong RT 003 RW 002 Desa Mekarpohaci kecamatan Cilebar kabupaten Karawang Jawa barat.
Warka yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu, mengharapkan bantuan para dermawan dan pemerintah setempat karena himpitan ekonomi,Warka beserta istrinya Kusnani tinggal di gubuk reot yang tidak layak huni dan mirip kandang domba kepada awak media Nurjatinews.com Mariyatulloh mengatakan,saya yang berprofesi sebagai buruh harian lepas tak mampu berbuat apa apa untuk makan saja susah.
Dan selama ini kami belum pernah terima bantuan baik dari pemerintah desa maupun pemerintah pusat,kami selama ini pernah didata untuk bantuan berasĀ Tetapi saya sangat menginginkan bantuanĀ yang lainya dari pemerintah desa,pemerintah daerah dan pusat bagaimana caranya supaya bisa tinggal dirumah yang layak huni dan bisa untuk makan sehari hari.
Kondisi gubuk Warka yang kondisinya memang memprihatinkan, terlebih lagi kamar tidur dan kamar yang lainya terlihat berantakan,Ketika hujan turun secara otomatis air memenuhi rumah,untung tak dapat diraih malang tak dapat di tolak begitu kira kira ungkapan pepatah kata untuk Warka beserta istrinya
Bagai mana tidak, karena keterbatasan ekonomi,Warka harus menjalani pahitnya kehidupan.Bahkan,harus rela tinggal di gubuk reot berlantaikan tanah, berdinding bilik bambu dan plastik yang keropos dimakan usia.sedihnya, saat hujan mengguyur.
Hati siapa yang tidak terketuk hatinya jika melihat pasangan suami istri tinggal di rumah reot layaknya kandang domba namun bagi Warka kondisi ini merupakan takdir yang harus dijalaninya, ketidakmampuan dalam sisi ekonomi membuatnya tetap bertahan,dia hanya berharap kepada para dermawan dan pemerintah desa untuk dapat membantu supaya bisa tinggal di rumah layak huni dengan nada lirih memelas dan penuh harap.
( Mariyatulloh)



