NURJATINEWS.COM – KARAWANG Jawa Barat, World Pay One atau WPONE kini merambah ke pelosok desa disekitar wilayah Karawang, aplikasi WPONE diklaim sebagai dompet digital yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan atau robotik trading Ai dan mampu memberikan keuntungan 2 % setiap hari kepada penggunanya.
Sepintas jika kita tidak jeli dan tidak waspada maka akan mudah tergiur dengan iming iming keuntungan yang instan tanpa kerja keras dan akan semakin mudah untuk terjun dan terlibat langsung dengan melakukan rekruetmen atau mencari calon member baru.
Skema dan pola yang berlaku dengan menggunakan pendekatan seperti ini sebenarnya tidak aneh dan sering kita jumpai saat seseorang yang tengah menawarkan dan mengajak bergabung kedalam salah satu usaha yang sering diaebut multi level market.
Kiranya masyarakat tidak serta merta percaya terhadap apa yang ditawarkan oleh seseorang untuk bergabung dan melakukan investasi dengan keuntungan besar dan mudah, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu secara seksama dan mencari infoermasi tentang kedudukanya, perijinanya serta system kerjanya agar tidak menjadi korban dari sebuah system yang patut diwaspadai seperti money game atau ponzi.
Dari berbagai sumber yang layak dipercaya dan dapat diakses oleh halayak dapat dipastikan bahwa WPONE hanyalah aplikasi yang operasionalnya di Indonesia tidak terdaftar dan diluar pengawasan OJK Otoritas Jasa Keuangan dan tidak memiliki kantor perwakilan di Indonesia, sehingga patut untuk diwaspadai agar tidak jatuh korban korban baru akibat ketidak tahuan masyarakat yang hanya berpikir sesaat untuk memperoleh keuntungan besar tanpa kerja keras.
Salah satu warga yang selama ini berkecimpung dalam dunia investasi seperti pasar saham dan sejenisnya mengatakan bahwa seseorang dengan hanya bermodalkan Rp.500 ribu dan mendapat keuntungan 2 % sehari maka dalam satu bulan modal sudah kembali maka akan mudah untuk mencari calon member baru dan mengajak bergabung kedalam bisnis seperti WPONE ini, namun mereka lupa resiko yang akan terjadi ” Saya sebagai warga biasa hanya ingin mengingatkan kepada warga Karawang agar tidak mudah tergiur terhadap sesuatu yang tidak memiliki legalitas atau perijinan secara resmi apalagi terkait dengan jasa keuangan ” pungkasnya.
(Ade)



