Scroll untuk lanjut membaca
Daerah

Di duga pemasangan paving blok di SDN Sirnajaya 01 Bekasi asal asalan

162
×

Di duga pemasangan paving blok di SDN Sirnajaya 01 Bekasi asal asalan

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG Pemasangan paving blok asal jadi,tanpa pemadatan di SDN Sirnajaya 01 dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi diduga pengawas dari Dinas tutup mata seolah ada unsur kesengajaan karena pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sementara sudah jelas dipasang bener yang bertuliskan Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Proyek dengan nomor : PG.02.02/270/SPK/UPTD BANG WIL ll/DCKTR/2024, Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Sarana, Prasarana Utilitas Sekolah, lokasi SDN Sirnajaya 01 Desa Sirnajaya, Kec. Serang Baru, sumber dana APBDP Tahun Anggaran 2024 dengan Nilai Rp. 190.974.882 (Seratus Sembilan Puluh Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Dua), pelaksana CV. Gofur Perkasa dengan waktu pelaksanaan 45 hari kalender mulai 1 November 2024 sampai 15 Desember 2024.

Dari pantauan awak media NURJATINEWS.COM yang turun investigasi langsung ke lokasi pekerjaan dengan nilai dua ratus juta kurang terlihat para pekerja tidak dilengkapi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seolah pelaksana hanya mementingkan keuntungan saja dan diduga tidak mementingkan Keselamatan dan Kesehatan pekerja.

Pekerja yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui awak media NURJATINEWS.COM saat dikonfirmasi mengatakan, hari rabu hee kamis awal mulai kerja.

” Waktu pertama aja, kerjaan nya banyak di jakarta, kalau lagi regang kesini, mandornya Suhartono,”ujar pekerja yang enggan menyebutkan namanya.
Dan paving nya juga banyak yg rusak dan berlobang, dan yang tidak utuk banyak juga jadi seolah olah itu paving blok bekas
Ditempat yang sama pekerja yang tidak menyebutkan namanya mengatakan saat ditanya oleh awak media terkait sepatu (K3) mengatakan, sepatunya gak punya.dan ini membahayakan kami pekerja, tapi apa boleh buat terpaksa kami kerjakan karena kebutuhan ujar pekerja tersebut.

(Johanes.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *