Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Di duga Para Pekerja Proyek Pelebaran jalan poros di Tegalurung desa Sukamulya Cilamaya Kulon Karawang belum dibayar

65
×

Di duga Para Pekerja Proyek Pelebaran jalan poros di Tegalurung desa Sukamulya Cilamaya Kulon Karawang belum dibayar

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG di duga para pekerja proyek pembangunan pelebaran jalan poros desa Kp Kiara Tegalurung Lintas Sukamulya desa Sukamulya kecamatan Cilamaya Kulon kabupaten Karawang Jawa barat sampai saat ini belum di bayar oleh pelaksana proyek CV Raja Astina,para pekerja yang berjumlah 8 orang hanya terima 1 juta perminggu ini sungguh terlalu.

Pekerjaan proyek pelebaran jalan poros yang sumber dananya dari APBD Karawang tahun 2024,pelaksana proyek dari CV Raja Astina menyisakan tangis dan air mata bagi para pekerja,dalam hal ini pemkab Karawang harus lebih selektif dalam menunjuk pelaksana proyek yang kurang bertanggung jawab.

Pasalnya proyek yang dikerjakan oleh CV Raja Astina tersebut diduga belum membayarkan upah  kepada para pekerja yang berjumlah 8 orang hingga mencapai puluhan juta rupiah,kalau cuma modal bendera hasilya seperti ini ujar mandor Amo di lokasi proyek kepada awak media.

Lebih lanjut pria yang menjabat sebagai mandor pada proyek pembangunan pelebaran jalan poros desa tersebut merinci jumlah upah yang belum dibayarkan 8 orang kalau di hitung per bulan jumlahnya sudah puluhan juta karena kami hanya menerima 1 juta dalam satu Minggu ini sudah kebangetan.

Delapan pekerja semuanya mengeluh karena upah kerja mereka sampai saat ini belum dibayar oleh kontraktor Hal ini diungkapkan beberapa pekerja kepada media saat ini upah kami tidak dibayar setidaknya ada delapan orang dari kami yang mengerjakan proyek tersebut belum dibayar ucapnya.

Sejauh ini pelaksana proyek belum bisa dimintai keterangan karena tidak ada di lokasi,seharusnya pelaksana proyek jauh jauh hari sudah mempersiapkan modal baik material dan gajih para pekerja,para pekerja punya keluarga yang harus di nafkahi setiap hari kalau macet pembayarannya kasihan mereka.

(Mariatullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *