Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Warka Warga Desa Mekarpohaci Cilebar Karawang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

120
×

Warka Warga Desa Mekarpohaci Cilebar Karawang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 21 Juni 2024 Di perkirakan dari sepertiga penduduk di Indonesia tepatnya 36 persan rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni,itu berarti masih ada 37 dari 100 rumah tangga yang menempati rumah tidak layak huni.

Salah satunya milik keluarga Warka dari Dusun Jarong 02 RT 003 RW 002 desa Mekarpohaci kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Jawa barat rumah tersebut masih terbuat dari bilik bambu dan sudah rapuh dimakan usia.

Sebuah rumah gubug tampak berdiri di lahan di tengah pemukiman penduduk seperti sudah ditinggalkan penghuninya sejak lama. Dari luar, tampak bilik bambu sekedar menutupi bagian dalam rumah,pada sebuah dinding bilik, kayu penopang rumah itu terlihat sudah miring seperti hendak roboh.

Dan ternyata rumah tersebut milik salah satu keluarga yang bernama Warka pria kelahiran Karawang 08 Oktober 1980 ini tidak mempunyai pekerjaan yang tetap hanya butuh harian lepas kadang bekerja terkadang tinggal di rumah.

Warka 44 tahun mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah setempat karena himpitan ekonomi,Warka tinggal di gubuk yang mirip kandang kambing, kepada awak media,yang berprofesi sebagai buruh harian lepas.

Dan selama ini dari pemerintah pusat dan pemerintah desa kami belum pernah didata untuk mendapatkan bantuan,sejauh ini pihak RT belum mengusulkan bantuan ke pihak desa akan tetapi saya sangat menginginkan bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah pusat bagaimana caranya supaya bisa tinggal di rumah yang layak huni dan bisa untuk makan sehari hari.

Kondisi gubuk Warka yang kondisinya memang memprihatinkan, terlebih lagi kamar tempat tidur yang menyatu dengan yang lainya terlihat berantakan,Ketika hujan turun secara otomatis air memenuhi rumah,untung tak dapat diraih malang tak dapat di tolak begitu kira kira ungkapan pepatah kata untuk Warka

Bagai mana tidak, karena keterbatasan ekonomi, sudah bertahun tahun hidupnya tak menentu dan harus menjalani pahitnya kehidupan.Bahkan,harus rela tinggal di gubuk reyot yang mirip kandang Kambing, berdinding bilik bambu dan plastik yang keropos dimakan usia.sedihnya, saat hujan mengguyur.

(Mariatullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *