NURJATINEWS.COM – KARAWANG Setiap insan manusia di bumi ini semua ingin hidup senang,tapi terkadang nasib manusia tidak semua sama, ada yang hidup senang berkecukupan dengan bergelimang harta ada yang hidup sederhana yang penting bisa bahagia serta ada yang masih hidup di bawah garis kemiskinan,salah satunya Bp Tarmin,pria kelahiran Karawang 20 November 1957 ini kini tinggal di dusun II Kp Kedung Waru RT 007 RW 003 Desa Kutapohaci kecamatan Ciampel kabupaten Karawang Jawa barat.
Bp Tarmin 67 tahun mengharapkan bantuan para dermawan dan pemerintah setempat karena himpitan ekonomi,Bp Tarmin tinggal di gubuk yang mirip kandang domba, lokasinya di pinggir sawah,kepada awak media,Bp Tarmin yang berprofesi sebagai buruh harian lepas,dan sekarang yang kondisinya sakit sakitan sudah tidak mampu lagi untuk bekerja.
Dan selama ini dari pemerintah desa kami belum pernah didata untuk mendapatkan bantuan,sejauh ini pihak RT sudah mengusulkan bantuan ke pihak desa akan tetapi belum di realisasikan,saya sangat menginginkan bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah pusat bagaimana caranya supaya bisa tinggal di rumah yang layak huni dan bisa untuk makan sehari hari.
Kondisi gubuk Bp Tarmin yang terletak di pinggir sawah itu kondisinya memang memprihatinkan, terlebih lagi kamar tempat tidur yang menyatu dengan yang lainya terlihat berantakan,Ketika hujan turun secara otomatis air memenuhi rumah,untung tak dapat diraih malang tak dapat di tolak begitu kira kira ungkapan pepatah kata untuk Bp Tarmin
Bagai mana tidak, karena keterbatasan ekonomi, sejak 5 tahun terakhir hidupnya tak menentu Bp Tarmin harus menjalani pahitnya kehidupan.Bahkan,harus rela tinggal di gubuk reyot yang mirip kandang domba berdinding bilik bambu dan plastik yang keropos dimakan usia.sedihnya, saat hujan mengguyur.
Hati siapa yang tidak iba jika melihat seorang pria usia lanjut tinggal di rumah reyot layaknya kandang domba, namun bagi Bp Tarmin kondisi ini merupakan takdir yang harus dijalaninya, ketidakmampuan dalam sisi ekonomi membuatnya tetap bertahan,dia hanya berharap kepada para dermawan dan pemerintah desa untuk dapat memberikan bantuan dengan nada lirih memelas dan penuh harap.
(Sandi Prawira/ Amin/ M Suryadi)



