Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Bencana Pergerakan Tanah di desa Pasir Munjul Purwakarta Tidak Menelan Korban Jiwa

34
×

Bencana Pergerakan Tanah di desa Pasir Munjul Purwakarta Tidak Menelan Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMPURWAKARTA 14 Juni 2025 Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana termasuk bencana geologis, Salah satu bencana geologis yang sering terjadi adalah pergerakan tanah. Bencana ini memiliki sebaran lokasi kejadian lebih luas dan frekuensi lebih besar dibandingkan dengan bencana geologi lainnya seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi, Namun begitu, bencana akibat gerakan tanah ini memiliki dampak yang relatif lebih kecil.

Seperti yang terjadi di kampung Cigintung RT 008 RW 006 desa Pasir Munjul kecamatan Sukatani kabupaten Purwakarta Jawa barat, bencana penggeseran tanah ambles mengakibatkan 20 rumah warga rumah hancur dari total keseluruhan 40 rumah yang terdampak.

Menurut warga setempat mengungkapkan bahwa hari Selasa sore pukul 17:39.10 Juni 2025 mulai merasakan ada pergerakan tanah sampai malam hari mengakibatkan puluhan rumah yang kena dampak sampai ambruk,ke dalaman pergerakan tanah yang ambles mencapai 7 – 8 meter Di satu RT tersebut.

Bupati Purwakarta Saiful Bahri,yang akrab disapa om Zen sudah mengunjungi lokasi pengungsian korban bencana pergerakan tanah yang melanda di Desa Pasir Munjul kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta Jawa Barat Rabu 11 Juni 2025 malam.

Tiga lokasi pengungsian sementara berada di kantor Desa Pasir muncul di lokasi tersebut, bupati Purwakarta yang akrab dipanggil Om Zen bertemu dengan para pengungsi pada kesempatan lain meminta ibu ibu untuk menyediakan sejumlah pakaian berupa daster pakaian dalam,dan sudah diberikan logistik langsung beras mie instan pembalut, pocok buat bayi juga ada nanti yang lainnya kutang daster menyusul.

Kepala desa Munjul jaya mengatakan karena dampak yang di timbulkan akan mengkhawatirkan keselamatan warga pemerintahan desa menegaskan menghimbau jangan ada warga di lokasi karna di takutkan ada pergerakan tanah susulan,dalam hal ini perintah harus segera mengambil langkah untuk mencari solusi nya.

Masyarakat perlu diedukasi mengenai tanda-tanda pergerakan tanah dan tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi bencana,dengan.menggalakan penghijauan
penanaman kembali tanaman di daerah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas tanah,dengan penerapan teknologi seperti pemasangan alat pemantau pergerakan tanah juga dapat membantu mengurangi risiko.

Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan dampak pergerakan tanah, serta upaya pencegahan dan mitigasi yang tepat, kita dapat mengurangi risiko terjadinya bencana dan melindungi masyarakat dari dampak buruknya.

(Asep SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *