Scroll untuk lanjut membaca
Organisasi

PAC GP Ansor dan Paroki Santa Maria Gelar Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Toleransi Antar umat.

632
×

PAC GP Ansor dan Paroki Santa Maria Gelar Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Toleransi Antar umat.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 18 Maret 2025 Dalam semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor yang diketuai oleh Khoerudin bersama jamaah Katolik dari Paroki Santa Maria menggelar acara berbagi takjil dan buka puasa bersama di Saung Berkah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan para tokoh dari Paroki Santa Maria, di antaranya Maksimus, Subagio, dan Simanurung. Selain berbagi takjil dan berbuka bersama, acara ini juga diisi dengan siraman rohani yang memberikan pesan tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan saling menghormati dalam keberagaman.

Ketua PAC GP Ansor, Khoerudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud nyata dari semangat persaudaraan dan kepedulian sosial antar umat beragama. “Kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah nilai yang harus terus kita jaga. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momentum mempererat persatuan,” ujarnya.

Para tokoh dari Paroki Santa Maria juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Maksimus,i salah satu perwakilan dari paroki, mengatakan bahwa kolaborasi seperti ini mencerminkan nilai-nilai kebhinekaan yang harus terus diperkuat. “Kami merasa diterima dengan hangat dan ini adalah bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling berbagi dan bersaudara,” ungkapnya.

Antusiasme warga terlihat jelas dari ramainya peserta yang hadir dan ikut serta dalam kegiatan ini. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa haru dan bangga atas sinergi yang terjalin antara komunitas Muslim dan Katolik di wilayah tersebut.

Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan dapat semakin memperkokoh nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa persatuan dalam perbedaan adalah kunci untuk menciptakan harmoni sosial yang lebih baik.

(Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *