Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Karyawan PT Universe Design Indonesia Karawang Diminta Bersabar Menunggu Aset Perusahaan Laku Terjual

610
×

Karyawan PT Universe Design Indonesia Karawang Diminta Bersabar Menunggu Aset Perusahaan Laku Terjual

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG Manajemen Perusahaan PT Universe Design Indonesia diduga sudah pada kabur,ada sekitar 200 karyawan pabrik yang berlokasi di jalan Mangga Besar No 2 Walahar kecamatan Klari Kabupaten Karawang Jawa barat mulai resah karena dari mulai bulan april sampai sekarang tidak ada kejelasan terkait sisa gajih bulan Maret ,THR dan uang pesangon yang belum di bayarkan.

Salah seorang karyawan PT Universe Design Indonesia Wawan dan Iman mengatakan bahwa awalnya pada bulan Maret – April seluruh karyawan diberitahukan untuk membuat surat pengunduran diri karena perusahaan mengalami pailit.

Dan semenjak setahun terakhir pembayaran gaji karyawan juga di cicil sampai empat kali pembayaran,dan gajih bulan Maret 2024 serta THR dan sampai sekarang belum dibayarkan dan pada bulan April perusahaan berhenti operasional secara total.

Masih menurut Wawan bahwa pada bulan juli 2024 Karyawan diberikan uang Operasional sebesar Rp 1.000.000 dan pada waktu itu yang membagikan uang tersebut ketua Serikat pekerja “SARBUMUSI” di kediamannya di desa Sumur Kondang,dan uang tersebut hasil menjual aset perusahaan yang ada.

Sejauh ini pihak perwakilan perusahaan ketua Serikat pekerja SARBUMUSI”Ajo Suharjo sudah dimintai keterangan,terkait pembayaran, bahwa pihak perusahaan sudah menguasakan mengenai jual beli semua aset PT Universe Design Indonesia,jadi karyawan di harap tenang dan jangan resah,dan harus bersabar menunggu aset perusahaan sampai laku terjual.

Aju Suharjo juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melapor ke pihak Disnaker,dan Disnaker yang datang ibu Asih ke pabrik dan memberi saran, jangan sampai aset perusahaan di limpahkan ke kurator,lebih baik di pegang oleh karyawan sendiri dan ketua Serikat pekerja,biar uang nya bisa buat pembayaran uang gaji dan pesangon yang belum dibayarkan pungkasnya.

(Sandi Prawira/ M Suryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *