NURJATINEWS.COM – KARAWANG Suasana syukuran pernikahan putri Bapak Tarman Sujana alias Coming di Kampung Tangkil Kaler RT 01/RW 04, Desa Parakan, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, berlangsung berbeda dari biasanya. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara tersebut juga dimeriahkan dengan Turnamen Catur Non Master kategori perorangan dan beregu yang diikuti ratusan pecatur dari berbagai daerah, Sabtu (11/7/2026).
Turnamen yang digelar di Club Catur Kuda Seksi ini terselenggara bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Karawang sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga catur sekaligus pelestarian tradisi masyarakat Karawang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Percasi Kabupaten Karawang, Fernando Doklas Pangaribuan, S.Kom., Sekretaris Umum Percasi Kabupaten Karawang yang juga Pelatih Nasional, Risman L. Sipayung, SH., MA., WN., PN., beserta jajaran pengurus Percasi Karawang lainnya.
Sekretaris Umum Percasi Karawang, Risman L. Sipayung, menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen catur dalam acara hajatan sudah menjadi tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Karawang dan memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet catur.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi tradisi di masyarakat Karawang. Masyarakat sangat antusias membantu pemerintah dalam memajukan prestasi anak bangsa. Mereka yang memiliki hajat, baik pernikahan maupun sunatan, menyisihkan sebagian rezekinya dengan mengadakan hiburan berupa turnamen catur yang bekerja sama dengan Percasi Karawang,” ujarnya.
Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya diikuti pecatur asal Karawang, tetapi juga menarik peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga DKI Jakarta.
“Peserta datang dari beberapa kabupaten dan kota, di antaranya Purwakarta, Bandung, Subang, Bekasi, hingga Jakarta. Dalam dunia catur ada filosofi Gens Una Sumus yang berarti kita adalah satu keluarga. Karena itu, melalui hajatan ini kita bisa berkumpul bersama dalam semangat persaudaraan,” jelasnya.
Risman menambahkan, pertandingan kategori perorangan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, turnamen dilanjutkan dengan kategori beregu yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Pada kategori perorangan, persaingan berlangsung sengit hingga babak akhir. Hasil pertandingan menetapkan Dedeyana asal Purwakarta sebagai Juara I, disusul Dede dari Cikampek, Karawang sebagai Juara II, dan Aditya Firmansyah dari Cikampek, Karawang yang berhasil meraih Juara III.
Prestasi tersebut menjadi bukti tingginya kualitas persaingan sekaligus memperlihatkan potensi para pecatur daerah yang terus berkembang melalui turnamen-turnamen masyarakat seperti ini.Risman berharap tradisi positif tersebut terus dipertahankan meskipun kondisi ekonomi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.
“Harapan kami, di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini, masyarakat Karawang tetap antusias dan bersemangat mendukung kemajuan prestasi anak bangsa. Mudah-mudahan perekonomian segera pulih sehingga pembinaan olahraga, khususnya catur, semakin berkembang demi Karawang yang lebih maju,” pungkasnya.
Turnamen ini menjadi bukti bahwa olahraga catur tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat sportivitas, serta menjadi wadah pembinaan atlet dari berbagai daerah melalui partisipasi aktif masyarakat.
(Edi Bahar)


