NURJATINEWS.COM – KARAWANG 09 JULI 2026
Tiga tahun dinginnya malam ku tahan sendiri,Demi rupiah yang kukirim tanpa henti.Kutahan lapar, ku lebur rindu di dalam sepi,Berharap masa depan kita kan berseri.
Setiap sen yang kukirim dengan keringatku,Kupikir untuk masa depan rumah tangga kita.Tapi ternyata kau hancurkan semua mimpiku,Kau jadikan uangku untuk berjudi dan wanita.
Tega nian kau balas air mata dan doaku,Tiga tahun kau khianati cinta suciku.Kini rumah yang ku bangun penuh dengan luka,Tinggallah aku di sini menanggung derita.
Satu tahun berlalu, kini aku telah kembali,Bukan untuk memelukmu, tapi menjemput harga diri.Kulihat dinding rumah yang berdiri angkuh ini,Dibangun dari darahku, tapi kau isi dengan maksiat dan judi.
Hari ini, kubawa buldoser ke tanah ini,Merobohkan setiap sudut tembok penuh pengkhianatan.Biar hancur berkeping-keping menjadi debu dan bumi,Daripada menjadi saksi bisu sebuah penistaan.
Selesai sudah rumah ini, selesai pula kisah kita,Di atas puing-puing ini, ku ucapkan kata cerai.Aku pulang bukan untuk mengemis cinta yang ternoda,Tapi untuk bebas, melangkah maju tanpa kau sertai
(By Vandamme)


