NURJATINEWS.COM – KARAWANG 30 JUNI 2026
Hari ini duniaku runtuh seketika,Saat tatapan matamu memandangku penuh luka.Bukan lagi cinta yang terpancar di sana,Melainkan kecewa yang tak terhingga.
Aku berdiri membeku, tak mampu bicara,Saat kau pergoki aku bersamanya.Pelakor yang kusebut teman biasa,Kini hancurkan mahligai rumah tangga kita.
Kau tak menangis, kau tak banyak berkata,Namun permintaan ceraimu laksana senjata.Menikam dadaku dengan rasa sesal yang nyata,Mengapa kubuang permata demi kilauan dusta.
Kini penyesalan datang menyiksa dada,Melihatmu pergi membawa koper dan air mata.Rumah ini mendadak sunyi tanpa tawamu,Dan aku terkurung dalam sepi kesalahanku
Tiga tahun telah berlalu dalam nestapa,Pernikahan baruku dengannya berujung petaka.Kilaunya dulu ternyata hanya fatamorgana,Kini hidupku hancur, berantakan tak tersisa.
Dia yang dulu kupuja sebagai penggantimu,Kini menjadi badai dalam hari-hariku.Tanpa teduh, tanpa ketulusan seperti dirimu,Kami pun berpisah, menyisakan puing abu.
Aku kini terduduk di sudut sepi yang kelam,Meratapi karma yang datang menghantam.Kehilangan engkau adalah luka terdalam,Selingkuhku dulu berbuah malam yang hitam.
Andai waktu bisa kuputar kembali ke masa lalu,Takkan kubiarkan nafsu merusak setia tulusmu.Kini aku sendiri,hancur digulung rindu,Menanggung akibat dari dosa masa laluku.
(By Vandamme)



