NURJATINEWS.COM – KARAWANG 28 JUNI 2026
Tiga puluh windu bukan sekadar hitungan masa,Di atas sajadah panjang, doamu tak pernah jeda.Membimbing santri dengan ketulusan jiwa,Merangkai masa depan dalam naungan rida.
Di bawah langit pesantren yang sederhana,Engkau menjadi lentera di tengah gulita.Mengajarkan kitab kuning, mengukir akhlak mulia,Menjadi nahkoda bagi ribuan generasi penerus bangsa.
Tanganmu yang kini keriput menyimpan sejuta kisah,Tentang pengorbanan yang tak kenal lelah.Menanam benih ilmu dengan penuh amanah,Mengharap berkah ilahi di setiap langkah.
Wahai Kiai, pelita ilmu yang tak pernah padam,Tiga puluh tahun pengabdianmu adalah jejak yang dalam.Kami bersaksi atas keikhlasanmu yang karomah,Membimbing kami menuju jalan yang terang dan indah.
Sepuluh tahun berlalu swiftly bagai angin malam,Kini bait-bait pengabdianmu telah khatam.Lentera itu telah berpulang ke haribaan Tuhan,Meninggalkan kami dalam pelukan duka yang mendalam.
Sajadah panjangmu kini tampak sunyi,Tak ada lagi suara serakmu yang menyejukkan hati.Kamar tempatmu mengajar kitab kini sepi,Hanya gema doamu yang tertinggal di dinding sunyi.
Air mata santri tumpah membasahi bumi pesantren,Kehilangan nahkoda, jiwa kami serasa rapuh dan rentan.Namun ilmumu telah mengakar menjadi fondasi benteng,Menuntun kami melangkah di tengah badai kehidupan.
Wahai Kiai, selamat jalan menuju kedamaian abadi,Duka kami adalah bukti cinta yang takkan mati.Setiap huruf yang engkau ajarkan di masa lalu,Kini menjelma doa yang mengalir, menemani tidur panjangmu.
(By Vandamme)



