Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

AKU BERDIRI DIATAS KAKI YANG TAK LAGI GOYAH, LUKA LAMA MENJELMA MENJADI REJEKI YANG MELIMPAH.

0
×

AKU BERDIRI DIATAS KAKI YANG TAK LAGI GOYAH, LUKA LAMA MENJELMA MENJADI REJEKI YANG MELIMPAH.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 28 JUNI 2026

Tiga tahun kita mencoba menganyam satu atap,Namun dindingnya terlalu riuh, membuat kita gagap.Aku masih mencintaimu, sedalam waktu pertama kita berjanji,Tapi di rumah itu, suara kita selalu kalah oleh tirani.

Bukan karena jemari kita yang lelah saling menggenggam,Bukan pula karena api asmara kita yang mendadak padam.Kita hanya kalah pada campur tangan yang tak kunjung usai,Hingga perahu yang kita dayung bersama, dipaksa tercerai-berai.

Melepasmu adalah patah hati paling sunyi yang kupunya,Saat rasa sayang masih utuh, namun keadaan meminta menyudahinya.Kini kuayunkan langkah kaki keluar dari bayang-bayang masa lalu,Membawa status lama dengan luka yang perlahan akan membeku.

Esok, di jalan yang baru, aku akan kembali berdiri tegak,Menata sisa puing yang runtuh dari sebuah penolakan yang bijak.Kulepaskan kamu dengan doa, kuharap kamu juga bahagia,Dan biarlah waktu menuntunku menemukan damai yang seutuhnya.

Dua tahun waktu berputar, membasuh semua perih,Kutinggalkan bayang-bayang di mana dulu aku tersisih.Peluh kuperas, malam-malam sepi kujadikan fondasi,Hingga takdir mengubah air mata menjadi sebuah prestasi.

Kini aku berdiri di atas kaki yang tak lagi goyah,Luka lama telah menjelma menjadi rezeki yang melimpah.Sebuah kunci kini ada di genggaman jemariku,Sebuah rumah baru yang mandiri, siap menyambut masa depanku.

Tuhan rupanya menulis skenario yang begitu indah,Mempertemukan kembali tatap kita yang dulu sempat terpisah.Rasa sayang di dadaku ternyata belum bergeser barang seinchi,Masih utuh untukmu, perempuan yang dulu terpaksa kulepaskan pergi.

Hari ini, di hadapanmu aku kembali mengulurkan tangan,Bukan lagi sebagai pria yang kalah oleh keadaan.”Maukah engkau kembali berjalan bersamaku, menikah lagi?Di rumah kita sendiri, di mana tak akan ada lagi yang mendikte hati.Mari kita bangun kembali istana yang dulu sempat runtuh,Tanpa ada sekat orang lain, hanya ada aku dan kamu yang utuh.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *