Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Diduga Seorang Warga Desa Sumurgede diminta uang Rp 4.000.000,Bantuan Rehabilitasi Rumah Belum Dilaksanakan

0
×

Diduga Seorang Warga Desa Sumurgede diminta uang Rp 4.000.000,Bantuan Rehabilitasi Rumah Belum Dilaksanakan

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 20 JUNI 2026 Diduga oknum yang mengatasnamakan program bantuan rehabilitasi rumah,seorang warga desa Sumurgede kecamatan Cilamata kulin kabupaten Karawang Jawa Barat diduga diminta uang Rp 4.000.000.dan bantuan tersebut belum dilaksanakan ini sungguh terlalu,memeras warga yang kurang mampu.

Bantuan program rehabilitasi rumah dari pemerintah adalah sepenuhnya gratis dan tidak boleh dipungut biaya,warga penerima manfaat dilarang keras ditarik uang atau dipotong dana bantuannya dengan alasan apa pun. Permintaan uang tersebut termasuk pelanggaran hukum dan pungutan liar.

Sampaikan secara langsung bahwa program dari pemerintah ini bersifat gratis,jangan pernah menyerahkan uang tersebut jika tidak ada dasar hukum yang jelas dan kuitansi resmi.

Ingat atau catat nama dan jabatan pihak yang meminta uang (misalnya: oknum RT, RW, kepala desa, atau panitia).Kumpulkan bukti: Simpan pesan, surat edaran, rekaman suara, atau saksi mata yang membuktikan adanya pemerasan tersebut.

Menurut Lembaga KPK Panti Bejo Suhendro jika ada warga yang dapat bantuan rutilahu atau rehabilitasi dan dimintai uang Rp 4.000.000,laporkan kejadian pungli ini kepada aparat penegak hukum (Polsek/Polres setempat) atau instansi pengawas pemerintah.

Apakah permintaan uang ini dilakukan oleh oknum pemerintah desa/kelurahan atau tim sukses, Jika Anda berkenan, ceritakan juga apa alasan yang mereka berikan saat meminta uang tersebut agar bisa memberikan panduan pelaporan yang lebih tepat.

Menurut pantauan media nurjatinews.com Mariyatullah di lapangan sudah sering terjadi jika warga dapat bantuan rutilahu atau bantuan rehabilitasi mereka meminta sejumlah uang antara Rp 3.000.000,- 4.000.000,.padahal mereka  yang dapat bantuan tersebut adalah orang yang ngga mampu pungkasnya.

(Mariyatullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *