Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

JANDA INI TAK LAGI SENDIRI,MENATAP MASA DEPAN,BERSAMA SANG IMAM SEJATI

0
×

JANDA INI TAK LAGI SENDIRI,MENATAP MASA DEPAN,BERSAMA SANG IMAM SEJATI

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 05 JUNI 2026

Di sudut kursi goyang yang mulai rapuh,ku tatap sisa senja, merenung runtuh.Rambut memutih, guratan waktu di kening tak terbilang,Seorang janda, pasrah menanti jodoh di penghujung petang.

Rumah ini sepi, hanya detak jam yang setia menemani,Anak-anak telah pergi, mengejar impian sendiri.Bukan rindu yang menggebu seperti masa muda dulu,Hanya ingin bahu, tempat bersandar saat linu.

Pernah ku arungi bahtera, namun karam di tengah jalan,kini ku sendiri, merawat luka dan kenangan.Tak ada lagi ambisi mencari yang rupawan,hanya butuh teman, pengisi hari di usia senja keemasan.

Tangan gemetar merapikan jilbab yang mulai kusam,Menatap jendela, menembus kabut malam yang kelam.Pasrah pada takdir, pada ketetapan Sang pencipta,Jika jodoh itu ada, semoga ia datang membawa cinta.

Jika tidak, biarlah tenang menjadi pendamping setia,hingga waktu menutup mata, dalam damai yang nyata.Aku menanti, namun tak lagi menggebu-gebu,di usia tua, pasrah adalah caraku melepas rindu.

Tiga kali musim berganti tiga kali purnama menyapa sunyi Aku masih di sini merawat sepi.Menjadi janda, yang tak lagi bermimpi tentang kasih yang pernah pergi.

Rumah ini saksi bisu, rintih ku di sujud malam bertanya pada takdir, mengapa bahagia terasa kelam.Rambut kuncir, bahu lelah, menanggung beban sendirian.

Namun tegar, demi anak-anak kesayangan.banyak kumbang datang dan pergi,merayu, berjanji, lalu menepi.Aku diam, menunggu kepastian sang ilahi bukan ego, hanya takut melangkah lagi.

Namun, waktu adalah obat terampuh,setelah seribu hari jiwaku rapuh.Engkau datang membawa teduh tanpa memaksa, namun membuatku luluh.

Bukan tentang rupa, bukan tentang harta tapi tentang jiwa yang paham arti setia.Tiga tahun penantian, kini terbayar tunai,jodoh tertunda, akhirnya berlabuh di dermaga santai.

Kini, kusebut namamu dalam syukur terpanjang terima kasih, masa lalu kini telah tenang.Janda ini tak lagi sendiri,menatap masa depan, bersama sang imam sejati.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *