NURJATINEWS.COM – KARAWANG 28 MEI 2026
Agus Purnama merasa dirinya adalah pria paling romantis sekaligus paling sabar di jagat raya. Bagaimana tidak,Sudah dua tahun lamanya ia menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis bernama Rodiah Bidadari.
Hubungan mereka murni bertenaga sinyal internet. Di mata Agus Purnama,Rodiah adalah definisi wanita sempurna,foto profilnya mirip artis Korea, tutur katanya manis penuh emotikon kucing, dan selalu memanggil Agus Purnama dengan sebutan Pangeran Hati.
Namun, memasuki tahun kedua,Agus Purnama mulai merasa ada yang janggal. Setiap kali Agus Purnama mengajak video call, layar HP Rodiah selalu gelap.”Maaf Pangeran, kamera depan Rodiah kemasukan semut, jadi blur,” begitu alasan Rodiah setahun lalu.
Agus Purnama yang sedang mabuk cinta hanya manggut-manggut percaya sambil garuk-garuk kepala, padahal saat itu ia sendiri hanya memakai sarung yang belum dicuci seminggu.Satu tahun berlalu, rindu Agus Purnama sudah di ubun-ubun.
Memasuki tahun kedua,Agus Purnama memantapkan hati untuk mengajak Rodiah kopi darat alias bertemu langsung.Namun, mengajak Rodiah bertemu ternyata lebih sulit daripada mengurus birokrasi pindah domisili.Alasan Rodiah selalu magis dan mendadak.
Pada bulan Januari, Rodiah batal menemui Agus Purnama karena HP-nya jatuh ke selokan. Bulan Maret, gagal lagi karena Rodiah harus menghadiri sunatan massal sepupunya se-kecamatan. Bulan Juli,Rodiah mendadak hilang kontak karena kuota internetnya habis.
Puncaknya pada bulan Desember, saat Agus Purnams mengajaknya merayakan tahun baru bersama, Rodiah menolak dengan alasan yang bikin Agus Purnama mengelus dada,Maaf Pangeran,Rodiah dapat giliran jadwal jaga ronda malam di kampung.
Agus Purnama mulai termenung di kamarnya. Ia menatap foto profil Rodiah yang setelah diperhatikan lebih jeli, agak pecah-pecah seperti hasil screenshot dari Google Images.Ini aku pacaran sama manusia atau lagi pelihara akun bot,gumam Agus Purnama tragis. Sinyal HP-nya yang sering putus-putus terasa sejalan dengan kesabarannya yang semakin menipis. Belum lagi dompetnya yang makin kering kerontang akibat terus-menerus membeli paket data demi menjaga hubungan gaib ini tetap hidup.
Sadar bahwa dirinya sudah menjadi budak cinta digital yang berjalan di tempat,Agus Purnama akhirnya mengambil keputusan besar. Sambil menarik napas dalam-dalam, ia membuka aplikasi WhatsApp.
Jarinya dengan mantap mengetik sebuah pesan singkat namun tegas,Rodiah, hubungan gaib kita sampai di sini saja. Kita PUTUS. Semoga kamu tenang di dunia maya.”Tanpa menunggu balasan, Agus Purnama langsung menekan tombol block.
Ada rasa plong yang luar biasa di dadanya. Malam itu, untuk pertama kalinya dalam dua tahun, Agus Purnama bisa tidur nyenyak tanpa perlu menunggu balasan chat hingga subuh. Ia tersenyum puas, berharap kepada pengguna media sosial atau pemilik asli akun fake di luar sana segera mendapat hidayah.
(By Vandamme)



