NURJATINEWS.COM – KARAWANG 22 MEI 2026
Dua lingkaran musim telah berlalu,Aku merawat rumah dengan ketulusan yang lugu,Menghangatkan makan malam yang kian mendingin,Menanti langkahmu yang kerap terlambat dibawa angin.
Ternyata, di balik letih yang kau sebut kerja,Ada nama lain yang kau peluk dengan sengaja.Seorang wanita yang telah tahu rasa kehilangan,Namun tega merebut milik orang dalam kesunyian.
Dua tahun kau membagi jiwa dan raga,Membangun istana rahasia di atas air mata.Kau beri dia waktu, kau beri dia tawa,Sementara di sini, aku mati rasa dalam hampa.
Kini topengmu runtuh, semua benderang,Janji setiamu hanyalah sisa abu yang terbang.Tangan yang biasa kucium sebelum kau melangkah,Ternyata telah lama merajut khianat yang megah.
Hari itu runtuh sudah semua dinding rahasia,Saat bukti bicara dan kau tak bisa lagi berdusta.Air matamu jatuh, memohon kesempatan kedua,Namun hatiku telah mati, membeku jadi prasangka.
Dua tahun pengkhianatan bukan khilaf yang tak sengaja,Itu pilihan sadar yang kau pupuk dengan tega.Kini, cukup sudah aku menjadi yang mengalah,Membiarkan diriku hancur dalam rumah yang salah.
Lembar gugatan ini adalah tanda akhir cerita,Aku menolak hidup dalam bayang-bayang nista.Kubuat keputusan ini dengan tangan yang gemetar,Sebab harga diriku tak lagi bisa kau tawar.
Pergilah kepadanya yang kau puja selama ini,Jangan lagi kembali mengetuk pintu hati ini.Hari ini aku melepaskanmu dengan segala luka,Menjemput damaiku yang sempat kau sita.
(By Vandamme)



