Scroll untuk lanjut membaca
Pemerintahan

Diduga Dapur MBG di desa Pucung Karawang Mark Up Harga untuk Balita

15
×

Diduga Dapur MBG di desa Pucung Karawang Mark Up Harga untuk Balita

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 05 Maret 2026 Hampir di seluruh wilayah di Indonesia yang diduga Mark up harga MBG yang dikirim ke sekolah,baik untuk balita maupun siswa sekolah dasar sampai menengah,apa lagi sekarang bulan ramadhan pengiriman MBG dilakukan untuk jangka waktu 3 hari.

Beberapa dapur MBG yang terpantau Mark up harga,di kabupaten Karawang, kecamatan Lemah Abang,kecamatan Rawamerta dan kecamatan Kotabaru,dan baru baru ini MBG yang di kirim dari dapur desa Pucung untuk jatah 3 hari untuk balita roti yang masa expired nya tinggal satu hari dan sudah apek ini sungguh terlalu.

Ditempat terpisah Bejo Suhendro dari pemerhati anti korupsi mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau “Dapur MBG” sedang menjadi sorotan terkait dugaan mark up harga bahan baku dan kualitas makanan yang tidak sesuai anggaran.Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan peringatan keras dan mengancam akan memberikan sanksi skorsing hingga penutupan bagi mitra yang terbukti melakukan manipulasi harga,Isu mark up dan Alokasi anggaran

Beberapa laporan menyoroti adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang dikucurkan dengan kualitas makanan yang diterima siswa,BGN mengklarifikasi bahwa biaya bahan baku makanan per porsi sebenarnya berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000, bukan Rp15.000 secara utuh untuk makanan, dari total alokasi sekitar Rp15.000 per anak, sisanya digunakan untuk biaya operasional dapur (sekitar Rp2.000 – Rp3.000 per porsi) yang mencakup gaji tenaga kerja, biaya masak, dan distribusi.

Terdapat laporan bahwa di beberapa lokasi, modal bahan baku per porsi diduga hanya berkisar antara Rp5.000 untuk balita hingga Rp7.000, untuk siswa yang memicu kecurigaan adanya pemotongan anggaran atau mark up oleh oknum pengelola,para guru dan para orang tua dibeberapa wilayah di kabupaten Karawang juga menyampaikan,lebih baik MBG di bubarkan hanya dijadikan ajang korupsi,makanan yang dikirim tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah,ada beberapa makanan yang dikirim sudah basi.

Menanggapi isu mark up ini, lembaga terkait mulai memperketat pengawasan,Sedang memetakan potensi kerawanan korupsi pada program ini untuk mencegah penyelewengan dana negara,bahwa mitra yang nakal akan langsung dihentikan kerja samanya jika terbukti menurunkan kualitas gizi demi keuntungan pribadi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *