NURJATINEWS.COM – BEKASI Komunitas umat Katolik dari Cikarang kabupaten Bekasi pada hari jumat tanggal 10 april melaksanakan kegiatan sosial, dengan menunjukkan aksi solidaritas dengan menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan mendesak kepada warga terdampak kebakaran,aksi ini melibatkan pastor paroki,yang di wakil kan Anton.
Dewan paroki, dan kelompok kategorial (seperti WKRI)Melalui ketua lingkungan FA(Frasiskus Asisi) Rundy dan pradiakon Tobing mengajukan bantuan ke dewan paroki untuk membantu warga,yang ada bertampat di lingkungan FA RT/RW 005/010 perumahan bumi sindang asri desa Sindang Mulya kecamatan cibarusah kabupaten bekasi,untuk meringankan beban korban kebakaran yang menghanguskan 4 rumah sekaligus.
Menurut Pastor Paroki yang diwakilkan Anton mengatakan bantuan ini adalah wujud nyata kasih dan kepedulian gereja terhadap sesama umat manusia yang membutuhkan
Bantuan yang di serahkan kepada yang terdampak musibah kebakaran dan disaksikan langsung oleh RT Diky.
RT Diky dalam kesempatan tersebut mengatakan,kami mengucapkan banyak terimakasih kepada paroki Teresa yang memberikan bantuan berupa paket sembako, semoga kita saling tolong menolong sebagai umat Tuhan, mewakili dari pihak yang kena musibah.
Dalam kempatan ini kamai juga dari pihak gereja yang di wakil kan Tobing(pradiakon) dan ketua lingkungan pak Rundy menyampaikan bahwa kami turut merasakan apa yg di rasakan oleh Samsul,Wagio,Saruwadi, semoga apa yang di berikan pihak paroki bermanfaat bagi semuanya.
Bantuan sembako untuk korban kebakaran bertujuan meringankan beban ekonomi, memenuhi kebutuhan pangan pokok segera (beras, lauk siap saji), dan mengurangi stres akibat musibah,bantuan ini memastikan korban dapat bertahan hidup dalam fase darurat, memberikan dukungan moral, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.
Sembako menyediakan bahan pokok yang mendesak bagi korban yang kehilangan tempat tinggal dan hartanya,mengurangi pengeluaran rumah tangga yang terdampak secara finansial, sehingga korban dapat memprioritaskan dana untuk membangun kembali rumah,menunjukkan solidaritas dan empati, yang membantu memperkuat mental korban untuk bangkit kembali.
(Johanes.S)




