Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Tumpukan Sampah Tak Kunjung Teratasi, Marwah Warga Karawang Tercoreng

9
×

Tumpukan Sampah Tak Kunjung Teratasi, Marwah Warga Karawang Tercoreng

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 27 Maret 2026 Sampah masih menumpuk di berbagai tempat pembuangan sementara (TPS) hingga pasca lebaran hampir sepekan. Warga tak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Karawang, khususnya di wilayah Kecamatan Karawang Barat, tak sekadar merasa terganggu bau tak sedap dan rasa khawatir kuman penyakit; Namun ada juga, warwah sosial selaku bagian dari warga setempat serasa dicoreng dengan tumpahnya sampah di TPS ke bahu jalan mau pun adanya sampah menyumbat saluran.

Hal tersebut memperoleh sorotan tajam dari Ketua Umum Ormas Maskar Supardi Nugraha, karena di lingkungan kota utama kapubaten yang sekaligus merupakan pusat pemerintah daerah setempat, seharusnya lebih bersih dari wilayah kecamatan-kecamatan lain.

“Bayangin aja. Di wilayah Kecamatan Karawang Barat ada Kantor Bupati, Kantor DPRD Karawang dan OPD-OPD juga ada. Kalau sampah-sampah di TPS menggunung dan tumpah ke bahu jalan, apa mungkin semua pejabat tidak melihatnya? Sampah sampah itu seperti dibiarkan berlama-lama karena ada OPD yang menangani. Saya curiga, koordinasi antar pimpinan di kepemerintahan tidak berjalan baik ketika memposisikan sampah yang mengotori kota sebagai musuh bersama,” kata Supardi di Karawang, Rabu (25/3) sore.

Menurut dia, sampah-sampah yang mengotori tersebut memang seharusnya menjadi musuh bersama dan harus diatasi; Masyarakat, sudah membuang limbah rumah tangga mereka ke TPS-TPS terdekat. Namun, petugas yang mengangkut sampah dari TPS-TPS ke tempat pembuangan akhir (TPA) kerap sangat lambat, dinilai Supardi, seperti tidak ada perubahan signifikan dari tahun ke tahun.

“Kalau kemudian ada warga yang merasa marwahnya dicoreng tentunya menjadi sebuah kewajaran. Ini ‘kan akibat faktor teknis pembuangan sampah dari TPS ke TPA yang sangat dan sangat lambat sekali,” singgungnya.

Lingkungan yang dikotori oleh sampah atau limbah pemukiman warga, menandakan bahwa pemerintah daerah masih dianggap kurang kepeduliannya. Masalah sampah demikian, juga telah menjadi keluhan klasik dan warga ada juga yang merasa dirugikan, karena kebersihan lingkungan tidak tertangani dengan baik, padahal anggarannya mendukung,” tandas Supardi.

Lebih lanjut ia mengaku prihatin dengan keadaan sampah yang seringkali menggunung dan tak kunjung teratasi hingga tumpah ke bahu jalan. Tak kunjung dibersihkan. Ia sebut, hasil yang dicapai selama ini belum menunjukkan perubahan signifikan; Padahal, jika mengacu pada program-program penanggulangan sampah, dari tahun ke tahun, tercatat ada peningkatan anggaran disertai teknis-teknis penangannya.

“Sekarang, di Kecamatan Karawang Barat sudah ada Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu disingkat TPST. Contoh konkret, pengolahan sampah telah dibangun seperti yang berada di Kelurahan Mekarjati,” ceplos Ketum Maskar.

Dengan keadaan sampah yang sangat lebih sering menumpuk dan lambatnya penanganan angkutan kebersihan di TPS-TPS, kata dia, sangat pantas juga kalau efektivitas mau pun kinerja petugas di lingkungan TPS3R dan TPST dipertanyakan kembali. “Apa saja yang mereka kerjakan? Dan hambatan apa yang dihadapi mereka ketika mengolah sampah?” sebutnya.

Semua program penanggulangan sampah yang telah dibangun, ungkap Supardi, biayanya juga cukup besar terlebih yang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang. Ia juga memungkin-mungkinkan, kalau pejabat yang bertanggung jawab masih kurang memberikan motivasi kepada mereka yang ditugaskan di TPSER mau pun TPST.

“Disayangkan memang, anggaran APBD yang besar nilainya ke DLHK sepertinya belum mampu mengubah masalah klasik, yaitu dalam penanganan sampah agar ada peningkatan agar hasilnya menjadi lebih baik. Padahal, yang telah diprogramkan dalam tahun berjalan sudah dicukupkan juga biayanya melalui APBD. Eeh, sampah-sampah yang menumpuk di TPS-TPS, kenapa masih jadi pemandangan yang merusak keindahan kota,” punkasnya bertanda tanya.

Ada pun tumpukan sampah yang sampai berceceran di bahu jalan di wilayah Kecamatan Karawang Barat, antaranya: di Jalan Baru Kelurahan Palumbonsari, di Depo (belakang stasiun KA) di TPS lainnya di Kelurahan Nagasari, dan beberapa TPS di kelurahan lainnya. Juga, terdapati tumpukan sampah hanyut hingga menumpuk di Saluran Pembuang Komejing Kelurahan Karangpawitan yang dapat berdampak menyumbat alir air.

(HMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *