NURJATINEWS. COM – KARAWANG Memasuki masa-masa 10 hari terakhir pada Ramadhan 1447 Hijriyah, lebih dari 1.000 orang wartawan meramaikan silaturrahim akbar. Pada monentum ini, bukanlah sekadar acara seremoni. Akan tetapi, selain membangun soliditas di tubuh awak media dan organisasi jurnalis yang berada di Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta juga merangkai acaranya dengan kegiatan buka puasa bersama dan tausiyah dari Majelais Ulama Indonesia (MUI).
Acara tersebut berlangsung di Aula Husni Hamid yang difasilitasi oleh Bupati Karawang H Aep Syaepuloh SE, pada Rabu 11 Oktober 2026 sore. Sekretaris I MUI Karawang H Yayan Sopian, S.Ag., dalam tausiyahnya mengangkat tema terkait dengan tugas mulia seorang wartawan.
Yayan Sopian mengingatkan, bahwa kemuliaan tugas seorang wartawan akan tercapai menakala diniatkan dengan penegakan amar ma’ruf nahi mungkar. “Jika berangkat dari rumah dengan tujuan cari berita dan niatnya menegakkan kebaikan dan kebenaran sesuai fakta, kemudia berupaya mencegah perbuatan mungkar para pejabat melalui media online atau cetak, di sinilah tugas mulia wartawan itu,” katanya mengingatkan.
Hanya saja kalau berangkat dari rumah semata-mata untuk mencari aib orang, sebut Yayan Sopian, maka hal itu bukanlah termasuk ibadah. “Oleh karena itu, supaya tugas wartawan jadi tabungan kemuliaan, jadi deposito bernilai ibadah, begitu berangkat tugas niatkanlah untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” ajak dia.
Sebelumnya, Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Jurnalis Tahun 2026 yang juga Ketua SMSI Kabupaten Bekasi Doni Ardon, dalam sambutannya mengatakan kalau wartawan mengungkap kebenaran, jangan merasa takut. “Jika faktanya benar jangan takut diintimidasi oleh pejabat pemerintah atau siapa pun,” ungkapnya.
Tugas seorang jurnalis atau wartawan itu, tambah dia, adalah memikul tugas mulia. Ia juga mengingatkan, seorang wartawan adalah pencari fakta yang bisa dipertanggung jawabkan.
Sisi lain Doni Ardon menegaskan bahwa Kabupaten Karawang, Bekasi dan Purwakarta merupakan daerah industri terbesar di Asia Tenggara. “Dalam hal ini, wartawan di tiga kabupaten ini, harus bersatu. Kita juga harus pandai-pandai membuka peluan supaya bisa mendapat iklan dari beberapa kawasan industri; Karena, prusahaan media harus mampu mensejahterakan wartawannya,” pungkas Doni Ardon.
(HMD)




