NURJATINEWS.COM – KARAWANG 23 Maret 2026 Setelah melaksanakan Sholat Idul fitri masyarakat melanjutkan kegiatan ziarah kubur keluarga yang sudah meninggal dunia,tradisi ini sudah turun temurun dari nenek moyang kita,salah satunya keluarga Rastem Jabrek di desa Sumurgede kecamatan Cilamaya Kulon kabupaten Karawang Jawa Barat, yang setelah sholat Idul fitri melaksanakan ziarah kubur keluarga.
Ziarah kubur setelah Idul Fitri adalah tradisi yang bernilai sunnah untuk mendoakan almarhum/ah, mengingat kematian, dan menjadi sarana refleksi diri agar lebih bersyukur,tradisi ini juga mempererat silaturahmi keluarga, menghormati orang tua/leluhur, serta menghindarkan diri dari sifat sombong dengan menyadari akhir kehidupan, sejalan dengan ajaran Islam.
Mengirimkan doa, ampunan, dan bacaan ayat suci Al-Qur’an agar almarhum/ah mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT, seperti dijelaskan dalam
mengingat Akhirat,menjadi pengingat paling efektif bahwa kehidupan dunia hanya sementara dan semua akan kembali kepada Allah SWT, sehingga memacu diri untuk memperbanyak amal shalih.
Menurut ustadz setempat bahwa ziarah adalah kubur adalah sarana silaturahmi dengan keluarga yang telah berpulang, menghormati jasa-jasa mereka, dan menyambung hubungan batin,mengunjungi makam membuat hati lebih lunak, menyadari kekuasaan Allah, dan menjauhkan dari cinta dunia yang berlebihan.
Mengenalkan anak-anak dan generasi muda pada silsilah keluarga dan leluhur mereka,seringkali ziarah menjadi momen bertemunya sanak saudara yang jarang bertemu, sehingga memperkuat ikatan kekeluargaan,ziarah sebaiknya dilakukan dengan niat baik, mendoakan, dan menghindari perbuatan yang melanggar syariat seperti meminta-minta kepada kuburan.
Sementara menurut pantauan media Nurjatinews.com Mariyatullah di lokasi mengatakan bahwa benar adanya ratusan warga masyarakat desa Sumurgede Karawang yang setelah selesai sholat idul fitri mereka melaksanakan ziarah kubur ke makam keluarga dan rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali setelah hari raya idul fitri pungkasnya.
(Mariyatullah)



