NURJATINEWS.COM – KARAWANG Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersinergi mempersiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi lonjakan arus balik Karawang 2026.
Langkah ini dilakukan guna meminimalisir kepadatan kendaraan, baik di jalan tol maupun jalur arteri selama periode mudik Lebaran.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan akses arus kendaraan.
“Barusan saya berdiskusi dengan Kapolres terkait akses arus balik. Alhamdulillah, kami mempersiapkan KM 62 bagi pemudik yang hendak memasuki jalan bebas hambatan,” ujarnya.
Dalam menghadapi arus balik Karawang 2026, Pemkab Karawang juga memastikan kesiapan jalur alternatif yang melintasi wilayah Cikampek, Karawang, hingga Tanjungpura
Menurut Aep, kondisi jalan di jalur tersebut telah diperbaiki dan siap digunakan oleh pemudik.
“Untuk jalur alternatif dari Cikampek sampai Tanjungpura, alhamdulillah jalannya sudah mulus,” katanya.
Keberadaan jalur alternatif ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan selama arus balik Karawang 2026.
Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah daerah juga meningkatkan fasilitas pendukung seperti penerangan jalan umum.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnya saat malam hari selama arus balik Karawang 2026
Sebagai bagian dari strategi menghadapi arus balik Karawang 2026, Pemkab Karawang juga menyiapkan ruas Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (Japek II) sebagai jalur alternatif.
Penggunaan jalur tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di jalur utama saat puncak arus balik
Japek II kami siapkan sebagai alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan saat puncak arus balik,” tutupnya. (**
( F. S )



