Scroll untuk lanjut membaca
Berita

Masjid Jamie Baitul Muttaqien di desa Cikarang Karawang Gelar Pengajian Ahad Pahing ke 246 dan perayaan Isra Mi’raj

31
×

Masjid Jamie Baitul Muttaqien di desa Cikarang Karawang Gelar Pengajian Ahad Pahing ke 246 dan perayaan Isra Mi’raj

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG Bertempat di masjid Jamie Baitul Muttaqin disekitar desa Cikarang kecamatan Cilamaya Wetan kabupaten Karawang Jawa Barat pada hari.minggu tanggal 21 Desember 2025 telah dilaksanakan pengajian Ahad Pahing yang ke 246 dan perayaan isra mi’raj,hadir dalam kegiatan tersebut ketua panitia Ahmad Faizal.S.Pd Kyai Ahmad Ruhiyat Hasbi,tokoh masyarakat,tokoh agama serta para tamu undangan yang lainya.

Kyai Ahmad Ruhiyat Hasbi dalam ceramah agama menyampaikan hikmah utama Isra Mi’raj adalah diwajibkannya shalat lima waktu sebagai inti hubungan langsung dengan Allah, meneguhkan kebesaran-Nya, mengajarkan keteguhan iman di tengah ujian, dan memberikan pelajaran bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan, serta menjadi ajang introspeksi diri tentang amalan dan keikhlasan.

Peristiwa ini juga memperkuat pemahaman bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang mulia dan memberikan bekal ketangguhan dakwah,
Kewajiban Shalat dan perintah yang dibawa langsung dari Allah, menjadi tiang agama dan sarana komunikasi.

Membuktikan kekuasaan Allah dan memperkuat keyakinan pada kebesaran-Nya, bahkan hal gaib bisa dilihat langsung oleh Nabi (Ainul Yaqin),menekankan pentingnya niat yang tulus dalam beribadah, tidak hanya dilihat dari bentuk fisik tapi hati dan amal.

Sementara ditempat yang sama ketua panitia kegiatan Ahmad Faizal mengatakan bahwa Shalat yang khusyuk adalah jalan menuju kebahagiaan spiritual tertinggi,mengajarkan bahwa di balik kesulitan pasti ada pertolongan dan kemudahan dari Allah.

Memberi bekal keteguhan saat menyampaikan kebenaran, meskipun akan menghadapi penolakan.
Introspeksi Diri (Muhasabah): Pemandangan mengerikan yang disaksikan Nabi menjadi cermin untuk menghindari sifat tercela seperti riba, mengumpat, atau tidak menjalankan nasihat sendiri.

Menunjukkan kedudukan istimewa Nabi sebagai ‘hamba’ (abdun) Allah yang di cintai,peristiwa pembersihan dada Nabi sebelum Mi’raj menegaskan pentingnya kebersihan diri secara fisik dan spiritual sebelum menghadap Allah.
Secara keseluruhan, Isra Mi’raj adalah pengingat akan kedekatan dengan Allah, kebesaran-Nya, dan pelajaran praktis untuk hidup lebih bermakna dengan iman, keikhlasan, dan perjuangan dakwah.

(Heri Darmatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *