Scroll untuk lanjut membaca
Pemerintahan

Pemdes Cintalaksana Gelar Tasyakuran Hajat Bumi

68
×

Pemdes Cintalaksana Gelar Tasyakuran Hajat Bumi

Sebarkan artikel ini

nurjatinews,- KARAWANG || Pemerintah Desa Cintalaksana mengadakan tasyakuran Hajat Bumi yang Dirangkai pada kegiatan Syukuran dan Hiburan seni-budaya, Pencak Silat, Topeng dari Cikampek Karawang.

Baca JugaDicekal Kejagung, Ketum PWDPI Minta Purwanti Lee Segera Ditetapkan Tersangka

Acara Dipusatkan Wilayah Desa Wisata Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Sabtu (19/07/2025) pagi hingga malam.

Baca JugaGelar Sutan Raja Diraja Ike Edwin Sudah Sesuai Aturan Adat Lampung

H. Agus Sulaeman mengungkap, selama dirinya menjabat Kepala Desa (Kades) Cintalaksan setiap tahun selalu menggelar hajat bumi semacam saat ini.

Baca Juga : Pemerintah Desa Laksanamekar Bandung Barat Gelar Musyawarah Desa Penetapan Program Ketahanan Pangan.

“pihak desa selalu mengayomi apa yang diinginkan warganya, termasuk menghidupkannya kembali pesta rakyat Hajat Bumi yang setiap tahunnya harus kita laksanakan,”sebut Kades H.Agus Sulaeman di sela rangkaian acara kepada awak media, Sabtu.

Tujuan acara ini berikutnya, adalah kekompakan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan, menumbuhkan rasa saling menghargai dan saling menghormati. Semoga dengan adanya acara hajat bumi ini kebersamaan dan gotong royong bisa tumbuh dan berkembang khususnya di Desa cintalaksana.

Baca JugaPemerintah Desa Laksanamekar Bandung Barat Gelar Musyawarah Desa Penetapan Program Ketahanan Pangan.

Ada pun tema yang diangkat dalam tasyakuran hajat bumi kali ini bertajuk:

Cikal Bakal Budaya,Gotong Royong di Tengah Masyarakat Pedesaan.Dengan mengangkat tema ini, sebut H.Agus sebagai pengingat serta pendorong bagi semua warga agar masing-masing guyup dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Baca JugaBentuk Kepedulian Kapolsek Kotabaru Jenguk Anggotanya yang Sedang Dalam Perawatan di Rumah Sakit

“Tradisi Sunda Hajat Bumi juga disebut dengan tradisi Ngaruwat Bumi yang memiliki arti merawat bumi. “Ngaruwat dalam bahasa Sunda berasal dari kata ruwat yang memiliki arti merawat atau menjaga. Sehingga istilah dari Tradisi Sunda Hajat Bumi memiliki arti tradisi yang bertujuan untuk mengajak masyarakat sekitar mengumpulkan hasil bumi,” tutur Kades H.Agus Sulaeman.

Baca selengkapnya :

Polres Karawang Tegas Tangani Dugaan Persetubuhan, Beri Rasa Aman dan Keadilan Bagi Korban

Dicekal Kejagung, Ketum PWDPI Minta Purwanti Lee Segera Ditetapkan Tersangka

Ketua Pokja Wartawan KKB Bandung Barat Dengan Tegas Menolak Pernyataan Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi

Hasil bumi yang dikumpulkan baik yang masih mentah maupun yang sudah diolah. Sebagai representasi rasa syukur kepada Tuhan serta memberikan rasa hormat dan menghargai leluhur suku Sunda. Tradisi hajat bumi di Desa cintalaksana adalah warisan nenek moyang jaman dulu, dan sampai sekarang masih di lestarikan setiap tahunnya.

(Tata.s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *