Scroll untuk lanjut membaca
Pemerintahan

Di Duga Tidak Memiliki Ijin Warga Minta Peleburan Aluminium Di desa Ridomanah Di Tutup

68
×

Di Duga Tidak Memiliki Ijin Warga Minta Peleburan Aluminium Di desa Ridomanah Di Tutup

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWSBEKASI Di duga tidak mempunyai ijin peleburan baja di desa Ridomanah kecamatan Cibarusah kabupaten bekasi Jawa barat minta di tutup,ratusan warga masyarakat baik itu kaum ibu, bapak-bapak dan pemuda melakukan aksi demo di perusahaan pembakaran alumunium yang berdomisili di Kampung Tempuran RT 01/RW 2.

Kepala Desa Ridomanah, Oden yang hadir di lokasi menjelaskan, kami akan memperjuangkan yang menjadi tuntutan warga dan memfasilitasi,dirinya juga paling terdepan dalam penyampaian apa yang menjadi keluhan dan keinginan pendemo kepada pihak perusahaan.

“Apa yang menjadi tuntunan warga kita sampaikan kepada perwakilan perusahaan,Tentunya sebagai kades saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat, karena saya adalah milik rakyat”, terang Oden

Oden menerangkan, didampingi Bimaspol, Babinsa, unsur BPD serta perwakilan warga menemui perwakilan perusahan dan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan,dipertemuan tersebut juga disampaikan agar tempat itu di tutup tidak ada kegiatan operasional produksi.

“Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan dari pihak perusahaan, Tidak akan ada kegiatan operasi produksi lagi. Intinya selaku kepala desa saya akan tetap memperjuangkan keluhan warga”

Sementara itu masih di tempat yang sama, Dede Ruslan selaku perwakilan dari warga mengatakan, “Mewakili masyarakat Desa Ridomanah khususnya warga Tempuran yang berdemo hari ini.tidak lain, karena kami terkena imbas dari kegiatan perusahaan pembakaran alumunium. Saya mewakili warga berharap perusahaan di tutup dan jangan beroperasi kembali, sebelum legalitasnya jelas”, ungkap Dede.

Tuntutan, Dede melanjutkan, warga hanya meminta satu, yaitu tutup dan tidak boleh beroperasi lagi. Mengingat efek dari perushaan jelas mengganggu kesehatan. Selama tiga tahun perusahaan tersebut berjalan kami tetap bersabar, namun dirasakan warga makin kesini dampak efeknya tidak baik untuk kesehatan. Kami menegaskan tidak ada toleransi lagi.

“Kepada kepala desa Bapak Oden kami mengucapkan banyak berterima kasih yang mau menampung dan mendengarkan aspirasi kami. Juga dapat memfasilitasi dengan pihak perusahaan sehingga ada keputusan musyawarah.kami mengucapkan banyak Terima kasih kepada warga yang mengikuti aksi demo dan tidak melakukan tindakan anarkis dan tertib. Memang sangat terlihat rasa jengkel dari warga, namun kita mengedepankan musyawarah dan mufakat pungkasnya.

(Johanes.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *