NURJATINEWS.COM – KARAWANG 09 JUNI 2026 Gigi berfungsi lebih dari sekadar mengunyah,gigi berperan krusial dalam mencerna makanan, mendukung kejelasan berbicara, menopang struktur dan estetika wajah, serta mencegah berbagai risiko penyakit sistemik seperti penyakit jantung dan diabetes,menghancurkan dan melembutkan makanan agar lebih mudah dicerna dan diserap nutrisinya oleh usus.
Membantu pengucapan huruf-huruf tertentu (seperti v, f, s, dan th) agar terdengar jelas,menopang tulang rahang, otot pipi, dan bibir sehingga wajah tetap proporsional dan tampak awet muda,menghadirkan senyuman yang menawan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Penyebab gigi ompong pada usia 50 tahun adalah kebiasaan mengk onsumsi minuman keras (alkohol) dan obat-obatan terlarang (narkoba) merupakan salah satu faktor mempercepat kerusakan gigi secara drastis.
Kebiasaan buruk ini dapat membuat seseorang kehilangan gigi atau ompong, bahkan jauh sebelum memasuki usia tua,penyalahgunaan zat ini merusak rongga mulut melalui beberapa mekanisme biologis yang fatal,alkohol menurunkan produksi air liur (saliva) secara drastis.
Padahal, air liur berfungsi alami untuk membersihkan bakteri dan menetralkan asam di mulut,Tanpa air liur, bakteri berkembang biak dengan sangat cepat,Menurut penjelasan AUDY Dental, zat etanol dan tingkat keasaman yang tinggi pada alkohol langsung mengikis enamel (lapisan pelindung gigi).
Laporan kesehatan dari Cigna Healthcare menunjukkan bahwa pecandu alkohol memiliki tingkat plak bakteri yang sangat tinggi, membuat mereka 3 kali lebih rentan mengalami gigi ompong permanen.
Efek Obat Terlarang (Narkoba) pada Gigi Setiap jenis narkoba memicu kerusakan gigi dengan cara yang sangat agresif.
Meth Mouth (Sabu/Metamfetamin): Berdasarkan studi kasus di ScienceDirect, sabu memicu kondisi meth mouth, di mana pembuluh darah di gusi menyusut dan mati, Efek psikologisnya juga memicu bruxism (kebiasaan menggertakkan gigi secara tidak sadar hingga retak atau patah) serta membuat penggunanya sangat menggilai makanan manis.
Akibatnya, gigi menghitam, membusuk, dan rontok massal dalam waktu singkat,menurut American Dental Center, zat kokain bersifat sangat korosif yang merusak jaringan gusi, menyebabkan gusi menyusut (resesi gusi), dan membuat akar gigi longgar hingga copot dengan sendirinya.
Menghambat kerja kelenjar ludah secara total sehingga memicu karies rampan (gigi berlubang parah yang menyebar luas ke seluruh gigi),pemulihan dan penanganan kerusakan gigi akibat zat adiktif umumnya bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki hanya dengan pembersihan biasa.
Seseorang yang sedang dalam masa pemulihan biasanya membutuhkan pencabutan gigi yang telah membusuk total, diikuti pemasangan implan gigi atau gigi palsu agar rahang tidak menyusut.
(Red)



