Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Praktisi Pertanian Bp Agus Suryana Pupuk YGO Bisa Mengatasi Serangan Hama Sundep

72
×

Praktisi Pertanian Bp Agus Suryana Pupuk YGO Bisa Mengatasi Serangan Hama Sundep

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWSKARAWANG Dalam rangka untuk memajukan pertanian di kabupaten Karawang Tim Yomari Internasional pada hari minggu tanggal 06 November 2022 mengadakan kegiatan sosialisasi Pupuk YGO Pupuk Organik yang bisa dicampur obat pestisida,dan kegiatan dilaksanakan di desa Kiara kecamatan Cilamaya Kulon kabupaten Karawang Jawa barat,hadir dalam kegiatan tersebut BP H Muhammad Rijalodin dari Blitar,Wakil ketua KTNA Bp Ustadz Johandi,praktisi pertanian dari desa Kiara Bp Agus Suryana,member Yomari dan para petani serta para tamu undangan yang lainya.

Praktisi pertanian dari desa Kiara Bp Agus Suryana dalam sambutanya menyampaikan pertama kami mengucap syukur Alhamdulillah karena kita pada hari ini masih diberikan kesehatan dan umur yang panjang untuk bisa hadir berkumpul disini,sebetulnya latar belakang saya di pendidikan,kemungkinan karena dari kecil sudah bergelut dengan pertanian,pada waktu itu saya terjun langsung ke sawah dan sekarang saya tertarik dengan kehadiran produk yomari yaitu pupuk YGO.

 

Selama kami bergelut di bidang pertanian dalam pupuk organik itu PPM nya diatas rata rata 6000 yang bisa diperjual belikan,sedangkan pupuk organik yomari sudah diatas 10.000 tentunya ini cukup bagus untuk digunakan.

Dengan demikian pertanian di Karawang bisa sehat dan bisa menangkal hama dan penyakit,pupuk YGO menciptakan tanaman yang kuat,dengan yomari kita ciptakan tanah yang sehat,tahan suhu yang ekstrim,tahan serangan hama dan penyakit.

Lebih lanjut BP Agus Suryana menjelaskan Hama sundep dan beluk adalah pengganggu tanaman padi yang sering menyerang pada semua fase pertumbuhan tanaman. Organisme pengganggu penyebab sundep beluk adalah penggerek batang.

Dinamakan sundep apabila tanaman padi masih di usia vegetatif, sebelum terbentuknya malai. Sedangkan beluk adalah serangan yang terjadi ketika padi sudah membentuk malai, sehingga malai yang dihasilkan berwarna putih (beluk) untuk penanganan bisa walaupun tidak 100 persen selamat,akan tetapi bisa meminimalisir dengan cara mengeringkan lahan sawah kalau sudah terlihat ada penerbangan kupu kupu putih ucapnya.

Sampai saat ini belum ada varietas yang tahan hama ini. Istilah Sundep dan Beluk ada pembedanya. Sundep menyerang pada fase vegetatif (fase pertumbuhan) yang ditandai dengan daun padi muda menguning tergulung lalu mengering dan mati. Sedangkan Beluk menyerang pada fase generatif (fase berbunga/berbuah) yang ditandai dengan bunga atau buah padi yang baru keluar berwarna putih, berguguran, gabahnya kosong (gabuk).

(Agus Purnama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *